TRIBUNNEWS.COM - Emil Audero, kiper andalan Cremonese mengalami hari yang benar-benar sial pada Minggu (25/1/2026) malam WIB.
Setelah timnya kalah 0-1 dari Sassuolo di Mapei Stadium, Reggio Emilia, pada pekan ke-22 Serie A, Audero ditinggal oleh bus tim Cremonese.
Insiden ini menjadi sorotan media Italia karena terjadi di tengah kekalahan yang sudah mengecewakan.
Pertandingan berlangsung sengit di kandang Sassuolo. Cremonese, yang sedang berjuang di papan tengah bawah klasemen, kalah tipis 0-1. Gol tunggal dicetak oleh Alieu Fadera pada menit ke-3.
Gol tersebut berawal saat Armand Lauriente, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Sayangnya, kiper Timnas Indonesia itu gagal melakukan tepisan sempurna dan membuat bola liar muntah di depan gawang, kemudian kembali disambar Fadera menjadi gol.
Kekalahan ini menambah tekanan bagi Cremonese, yang belum menang sejak awal 2026.
Terakhir kali Cremonese meraih kemenangan yakni saat mengalahkan Lecce 2-0, pada 7 Desember 2025.
Seusai pertandingan, drama yang terduga terjadi.
Bus tim Cremonese pergi meninggalkan stadion tanpa menyadari Audero tidak ada di dalamnya.
Berdasarkan laporan dari La Repubblica, kiper kelahiran Mataram tersebut ternyata sedang beada di mixed zone area.
Emil sedang bersama Jay Idzes memberikan wawancara kepada wartawan, termasuk waratawan dari Indonesia.
Sehingga bus Cremonese pulang tanpa sang kiper andalannya.
Audero baru menyadari ketika tiba di area parkir dan melihat stadion sudah sepi.
Ia kemudian menghubungi klub, dan Sassuolo dengan cepat membantu.
Manajemen Sassuolo memberi tahu Cremonese, lalu mengatur sopir pribadi untuk mengantar Audero pulang ke Cremona.
Baca juga: Jangan Percaya Mulut Manis Antonio Conte yang Membius seusai Napoli Hajar Tim Emil Audero
Perjalanan yang seharusnya nyaman di bus tim berubah menjadi solo trip menggunakan mobil.
Tentu saja kejadian tersebut menambah kesialan bagi Emil Audero yang sebelumnya gagal membantu timnya mencuri poin atas Sassuolo.
Terlepas dari momen memalukan tersebut, Audero mendapat dukungan besar dari pelatihnya, Davide Nicola.
Meski ia melakukan blunder fatal, Nicola tak mempermasalahkan hal tersebut karena baginya kesalahan bisa terjadi di pertandingan.
"Saya menerima kesalahan teknis," kata Davide Nicola, dikutip dari Tuttomercato.
"Saya menerima kesalahan, kami sedang berusaha memperbaiki mentalitas kami."
"Kami menguasai bola 55 persen, kami melakukan beberapa kesalahan kecil karena kami tidak berada di posisi yang tepat."
"Tetapi kami harus menerimanya dan semangat akan membawa kami maju," tutupnya.
Rentetan hasil minor ini membuat Cremonese kini tertahan di peringkat ke-14 klasemen Liga Italia dengan 23 poin.
Klub Emil Audero tersebut hanya berselisih enam poin dari Fiorentina yang berada di zona Merah.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)