Adu Gaya Hidup 2025, Palembang vs 5 Kota Besar Kalimantan, Siapa Paling Tinggi Pengeluarannya?
January 26, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, peta kekuatan ekonomi rumah tangga di Indonesia menunjukkan persaingan ketat antara Kota Palembang dengan kota-kota utama di Pulau Kalimantan. 

Meski Palembang terus menunjukkan pertumbuhan, data terbaru mengungkapkan bahwa sejumlah kota di Kalimantan, khususnya Balikpapan, masih memimpin dalam hal rata-rata pengeluaran riil per kapita penduduknya.

Dikutip dari BPS berikut daftar pengeluaran per kapita tahun 2025 seperti dilihat Sripoku.com pada Senin (26/1/2026)

Baca juga: 5 Kota Kabupaten Terkaya di Pulau Sumatera, Palembang Tembus 2 Besar 

1. Balikpapan 

Balikpapan, tetap menjadi "juara" dalam urusan daya beli. 

Balikpapan mencatatkan angka tertinggi dengan Rp17,48 juta per tahun.

Tingginya angka ini dipicu oleh besarnya perputaran uang di sektor industri dan jasa yang menyokong Ibu Kota Nusantara (IKN).

2. Palembang 

Bersaing Ketat di Papan Tengah Kota Palembang, sebagai representasi kekuatan ekonomi Sumatera Selatan, mencatatkan estimasi pengeluaran per kapita di angka Rp16,72 juta. 

Meski berada di bawah Balikpapan Palembang masih unggul tipis atau bersaing ketat dengan Kota lainnya seperti Samarinda

3. Pontianak 

Ibu kota Kalimantan Barat Pontianak mencatatkan pengeluaran per kapita sama dengan Palembang yakni Rp 16,72 juta per tahun. 

4. Samarinda 

Pengeluaran per kapita di Samarinda sebesar Rp16,34 juta per tahun. 

Angka ini di bawah Balikpapan dan Palembang. 

5. Banjarmasin 

Kota Banjarmasin mencatatkan pengeluaran per kapita pada 2025 sebesar Rp 16,01 juta per tahun. 

6. Palangka Raya 

Palangka Raya mencatatkan pengeluaran per kapita pada tahun 2025 sebesar Rp 15,46 juta per tahun 

Faktor Pendorong Perbedaan Perbedaan angka pengeluaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:

Struktur Ekonomi: 

Kota-kota di Kalimantan memiliki ketergantungan pada sektor pertambangan dan jasa energi yang cenderung memiliki upah minimum lebih tinggi.

Harga Komoditas: 

Biaya logistik di Kalimantan yang lebih tinggi seringkali berdampak pada harga barang (inflasi), yang secara otomatis meningkatkan angka pengeluaran per kapita penduduknya.

Kesimpulan Efek Jera Ekonomi Secara keseluruhan, warga di kota-kota Kalimantan cenderung mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan hidup dibandingkan warga Palembang. 

Namun, Palembang tetap menunjukkan stabilitas sebagai kota dengan daya beli paling solid di Sumatera Selatan, mengimbangi kota-kota besar di Kalimantan dalam hal kenyamanan biaya hidup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.