Permintaan Maaf Insanul Fahmi ke Mawa Disebut Tak Tulus, Pakar Ekspresi: Egonya Masih Tinggi
January 26, 2026 04:07 PM

TRIBUNPALU.COM - Permintaan maaf yang disampaikan pengusaha Insanul Fahmi kepada istrinya, Wardatina Mawa, mendapat perhatian dari Pakar Mikro Ekspresi.

Sebelumnya, Insanul Fahmi menyampaikan permohonan maaf terhadap Mawa pada Kamis (22/1/2026) sebagai upaya menempuh jalan damai.

Hal ini juga menjadi syarat dari Mawa jika Insanul ingin mendapatkan maaf atas pernikahan sirinya dengan Inara Rusli.

Namun, pernyataan maaf yang disampaikan di hadapan media tersebut dinilai tidak tulus oleh Pakar Mikro Ekspresi, Kirdi Putra.

Kirdi menyebutkan bahwa ada beberapa elemen dalam sebuah ketulusan yang tidak terpenuhi oleh Insanul Fahmi.

Salah satu yang disoroti adalah fakta bahwa Insanul menyampaikan permintaan maaf dengan membaca teks yang telah disiapkan.

"Membaca teksnya iya. Tapi apakah itu jadi penanda seorang tulus atau tidak ketika minta maaf? Bisa saja orang membaca teks tapi memang tulus," tegas Kirdi, dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Senin (26/1/2026).

Kendati demikian, dalam kasus Insanul, Kirdi justru meragukan adanya ketulusan yang tulus dari dalam diri sang pengusaha.

Baca juga: Kekeh Pertahankan Mawa, Begini Reaksi Insanul Fahmi Ditanya Nasib Pernikahannya dengan Inara Rusli

Tegas dalam ungkapan maaf Insan, tidak disebutkan secara jelas substansinya atau tujuan dirinya meminta maaf.

"Kalau kita mau melihat (ketulusan) dari penanda verbal dan non-verbal. Ketulusan seseorang bisa dinilai dengan, satu, di menyebut 'saya meminta maaf'. Kedua, kepada siapa dia meminta maaf 'saya meminta maaf kepada Mawa'. Ketiga ini yang paling penting, substansi permintaan maafnya apa? Misalnya dia minta maaf karena telah berselingkuh, atau karena menikah siri tanpa seizin istri," papar Kirdi.

"Tapi ini kan nggak," ungkapny.

Sayangnya, Insanul justru menghindari penyebutan kesalahan intinya dan memilih menggunakan diksi yang dianggap lebih aman.

Hal itu dirasa kurang oleh Kardi, dalam menilai seseorang tulus atas tidak ketika meminta maaf.

"Permintaan maafnya yang disebutkan, hanya telah menimbulkan kehebohan, telah mengkhianati atau telah membuat kecewa. Kan tidak disebut substansi benerannya itu apa."

"Kirdi menyebut Insan masih memiliki sikap ego untuk menyampaikan kesalahannya kepada Mawa di hadapan publik.

"Artinya dia masih menjaga egonya sendiri dibanding menyampaikan kebenaran kenapa dia perlu meminta maaf," ucap Kirdi.

"Kalau orang mau meminta maaf beneran, egonya diturunin," tambahnya.

"Apakah tulus 100 persen? Jawabannya tidak," tutupnya.

Baca juga: Akhirnya Insanul Fahmi Penuhi Syarat Mawa, Minta Maaf Terbuka hingga Akui Menyesal

Isi Permintaan Maaf Insanul Fahmi

Insan memohon agar dimaafkan oleh Mawa lewat sebuah video permintaan maaf secara terbuka, diunggah oleh kanal YouTube Cumicumi, Kamis (22/1/2026).

Dalam videonya, Insan meminta maaf kepada Mawa dan keluarga besar atas kekisruhan yang terjadi secara jantan.

Tegas, bapak satu anak ini merasa hanya dirinya yang patut disalahkan atas kekacauan rumah tangganya tersebut.

Ia mengakui akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

"Tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain saya."

"Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki," ungkap Insan.

Pria asal Medan ini, mengakui dirinya penuh dengan dosa.

Lalu, ia memohon agar dimaafkan oleh sang istri dan keluarga.

"Saya Insanul Fahmi melalui pernyataan ini dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa," ucap Insan, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (22/1/2026).

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya Wardatina Mawa beserta ibu dan ayah juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati," sambungnya.

Insan mengaku telah melakukan kekhilafan yang melukai hati wanita bercadar tersebut.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam," ujar ayah satu anak ini," ujar Insanul Fahmi.

"Saya sadar saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar," tambahnya. 

Pria yang sudah tujuh tahun membina rumah tangga dengan Mawa ini, merasa menyesal karena gagal sebagai suami.

"Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami," kata Insan.

Kini Insan pun merasa dirinya sudah melukai hati banyak pihak.

"Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak," lanjutnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.