MENTOK, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal mengatakan, ketinggian gelombang laut di wilayah selatan dan utara Bangka Barat saat ini berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter, sehingga berisiko membahayakan aktivitas pelayaran, khususnya nelayan. "Kami sudah menyampaikan imbauan melalui grup OPD untuk diteruskan ke camat dan kepala desa agar disampaikan kepada masyarakat," kata Safrizal, Jumat (23/1).
Ia juga mengingatkan, masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena aktivitas tersebut dapat terpantau oleh satelit BMKG dan berpotensi memicu bencana lain. "Dalam menyikapi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, terutama pembukaan lahan. Jangan lagi menggunakan pembakaran. Itu terpantau satelit BMKG," tegasnya.
Safrizal juga meminta masyarakat melakukan mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing dengan memangkas pohon, ranting, atau dahan yang berpotensi tumbang saat diterpa angin kencang. "Jika ada pohon atau dahan yang membahayakan, silakan dilaporkan ke BPBD Bangka Barat untuk segera dilakukan pemotongan," ujarnya.
Terkait kondisi gelombang tinggi, BPBD juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melaut. "Kami mohon kepada saudara-saudara nelayan untuk selalu memperhatikan update cuaca, melengkapi sarana keselamatan seperti GPS atau kompas, serta tidak berlayar sendirian saat turun ke laut," jelas Safrizal.
Hingga saat ini, diakui Safrizal, belum ada laporan terjadi bencana di Bangka Barat, dan ia meminta masyarakat untuk tetap waspada. "Belum kecuali yang nelayan hilang kemarin, kita harapkan jangan sampai terjadi bencana," harapnya. (riu)