Jeritan Lula Lahfah Jam 2 Pagi Terbongkar, Polisi Temukan Barang Bukti di Kamar, Reza Arap Dipanggil
January 26, 2026 07:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penyelidikan terkait meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen di Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) masih terus berjalan.

Sejumlah spekulasi di masyarakat soal dugaan penggunaan gas whipcream, membuat polisi angkat bicara.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menyatakan bahwa pihak penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta meneliti barang bukti.

Ia meminta publik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik agar informasi yang disampaikan tidak simpang siur.

“Untuk hal-hal seperti itu nanti akan kami sampaikan secara komprehensif. Tidak bisa disampaikan sepotong-sepotong,” ujar Andaru di Polda Metro Jaya, Senin (26/01/2026).

Penemuan jenazah Lula Lahfah bermula pada Jumat petang sekitar pukul 18.44 WIB.

Asisten Rumah Tangga (ART) korban merasa khawatir karena sejak pagi tidak mendapat respons saat mengetuk pintu kamar yang terkunci dari dalam.

Setelah melapor ke sekuriti dan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menjamin keamanan teknisi saat mendobrak pintu, petugas akhirnya berhasil masuk.

Lula ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi terlentang di atas kasur.

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda penganiayaan di lokasi kejadian.

Kesaksian ART: Erangan Kesakitan pada Dini Hari

Mundur ke belakang sebelum kejadian, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkap kronologi berdasarkan kesaksian ART.

Lula diketahui pulang ke apartemen pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung masuk ke kamar.

Ketenangan malam itu terusik pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"ART mendengar dia kayak kesakitan (mengerang). Setelah itu jam 9 atau jam 10 pagi bangun diketok-ketok kamar nggak dibuka," jelas Budi Hermanto, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Terkuak Alasan Reza Arap Diperiksa Polisi Atas Kematian Lula Lahfah, Penyidik Bongkar Temuan di TKP

Isu Gas Whipcream 

Meninggalnya Lula Lahfah memicu berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk dugaan penggunaan gas whipcream.

Menanggapi hal itu, Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, meminta publik untuk tidak berspekulasi secara parsial.

Polisi menemukan fakta bahwa Lula Lahfah sedang dalam kondisi sakit sebelum meninggal.

Lila bahkan baru saja menjalani tindakan medis serius.

Temuan ini diperkuat dengan adanya obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI yang ditemukan penyidik di TKP.

Andaru menegaskan bahwa barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji secara ilmiah.

“Barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji,” ucap Andaru.

Saat ditanya apakah gas whipcream termasuk barang bukti yang diperiksa, Andaru memilih untuk menunggu hasil lengkap penyelidikan.

“Untuk hal-hal seperti itu nanti akan kami sampaikan secara komprehensif. Tidak bisa disampaikan sepotong-sepotong,” ujar Andaru.

Sejauh ini, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh saksi, mulai dari asisten pribadi, ART, sopir, sekuriti apartemen, termasuk kekasihnya, Reza Arap.

Polisi juga melibatkan dokter di lokasi dan para ahli untuk menjaga objektivitas.

Meski keluarga menolak autopsi, polisi tetap menempuh prosedur hukum yang sah untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah secara terbuka.

“Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu dan kesabaran dari rekan-rekan serta masyarakat,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.