Pasien Bersalin RSIA Nasanapura Palu Rasakan Kehadiran Pemerintah dalam Program JKN
January 26, 2026 08:23 PM

Hasni Rasakan Kehadiran Pemerintah Dalam Program JKN

TRIBUNPALU.COM - Hasni (25) tidak pernah menyangka mendapatkan layanan yang sangat memuaskan di rumah sakit saat menjani persalinan.

Ekspektasinya terhadap layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak begitu tinggi.

Apalagi ia terdaftar dengan hak kelas tiga.

Namun semuanya terpatahkan setelah ia melalui proses administrasi yang lancar dan pelayanan medis yang sangat baik di RSIA Nasanapura, Jl Jend HM Soeharto Kelurahan Petobo, Kota Palu.

“Saat mendekati waktu persalinan, jujur saya sempat khawatir, terutama soal biaya. Tapi setelah mengetahui kepesertaan JKN saya aktif dan bisa digunakan, perasaan saya menjadi jauh lebih tenang,” ungkapnya saat ditemui, Senin (26/1/2026).

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng GoTo, Pengemudi Gojek Dapat Perlindungan JKN

Hasni merupakan seorang istri yang baru setahun lebih menjalani biduk rumah tangga.

Suaminya sehari-hari menjadi buruh bangunan lepas sehingga pendapatannya setiap bulan tidak menentu.

Di tengah tuntutan kebutuhan ekonomi yang begitu besar, hasni pun mengkhawatirkan biaya persalinannya apabila harus membayar secara tunai di rumah sakit.

“Saat pemeriksaan awal kehamilan, bidan mengecek Nomor Induk Kependudukan ternyata saya belum terdaftar pada program JKN sehingga disarankan agar daftar kepesertaan PBPU mandiri saja di Kantor BPJS Kesehatan. Karena saat itu ekonomi sedang sulit, jadi saya menundanya dulu,” cerita Hasni.

Enam bulan kemudian, ia ke Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sigi untuk melakukan pendaftaran.

Setelah dicek oleh petugas, ternyata ia sudah terdaftar sebagai peserta PBPU Pemda Kabupaten Sigi.

“Di satu sisi saya sangat bersyukur bisa masuk program JKN secara gratis, namun disisi lain saya khawatir juga apakah benar tidak ada biaya sama sekali saat punya BPJS gratis dari pemerintah, begitu pikiran saya waktu itu. Karena selama ini kami belum pernah memanfaatkan program JKN, hanya mendengar cerita-cerita dari sanak saudara saja,” ujar Hasni

Baca juga: BPJS Kesehatan Kucurkan Rp190,3 Triliun Sepanjang 2025, Penyakit Jantung Dominasi Klaim

Bagi Hasni, kemudahan administrasi dan pelayanan yang ramah salah satu faktor yang membuat dirinya merasa tenang sehingga proses persalinannya bisa berjalan lancar.

Suaminya hanya memberikan data KTP dan menandatangani beberapa berkas, semua selesai tanpa ada tambahan biaya.

“Saya merasa sangat bersyukur karena bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan yang didaftarkan pemerintah daerah, sangat terasa ketulusan dan kehadiran pemerintah pada program ini,” jelasnya.

Hasni berharap Program JKN dapat terus hadir dan membantu banyak masyarakat, sehingga menjadi penopang kesehatan masyarakat dari berbagai lapisan.

“tidak ada lagi masyarakat yang takut berobat karena biaya, semua bisa mengakses layanan kesehatan dan mendapatkan layanan yang baik sesuai dengan kebutuhannya dan tanpa adanya perbedaan,” pugnkas Hasni.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.