TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berkunjung ke Candi Jabung yang terletak di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi serta hasil revitalisasi salah satu warisan budaya penting peninggalan Kerajaan Majapahit.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, Endah Budi Heriyani. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo.
Menbud Fadli Zon mengapresiasi upaya revitalisasi Candi Jabung yang dinilainya memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi.
“Kawasan Candi Jabung ini relatif luas, sekitar lima hektare dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Revitalisasi yang dilakukan sudah sangat baik,” ujar Fadli Zon.
Baca juga: Pendopo Pati Alos Besuki Diresmikan Menteri Kebudayaan, Bakal jadi Pusat Budaya Situbondo
Ia menjelaskan, Candi Jabung merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada 1276 Saka atau 1354 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Keberadaan candi ini juga tercatat dalam Kitab Negarakertagama, salah satu sumber sejarah utama Majapahit.
Menurut Fadli Zon, keunikan Candi Jabung terlihat dari sisi arsitektur yang berbeda dengan kebanyakan candi di Jawa Timur.
“Dari sisi arsitektur, Candi Jabung sangat unik karena menggunakan material bata, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Ini menunjukkan perkembangan teknologi bangunan pada masa Majapahit serta akulturasi Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal,” jelasnya.
Dengan karakteristik tersebut, Fadli Zon menekankan pentingnya pelestarian Candi Jabung dari berbagai ancaman, baik vandalisme maupun faktor alam, terlebih lokasi candi berada di kawasan pesisir.
Ia juga mendorong pengembangan kawasan Candi Jabung sebagai ekosistem budaya terpadu.
Baca juga: Melalui Fun Run, Pegadaian Probolinggo Kenalkan Aplikasi Tring By Pegadaian 2026
“Kawasan ini bisa dikembangkan sebagai ekosistem budaya, mulai dari festival seni, tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyebut kunjungan Menteri Kebudayaan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya penguatan dan revitalisasi situs budaya di daerahnya.
“Ini merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya kami bersama-sama meninjau kawasan Tengger dan Bromo hingga proses revitalisasi Museum Tengger,” ungkapnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Haris itu berharap ke depan terdapat perbaikan dan revitalisasi berkelanjutan terhadap situs-situs sejarah di Kabupaten Probolinggo agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Baca juga: Bupati Probolinggo Tegur Keras Kepala Dinas yang Libur Saat Bencana
“Kabupaten Probolinggo memiliki keragaman budaya dan sejarah yang sangat kaya, mulai dari Tengger, Candi Jabung, Candi Kedaton hingga legenda Dewi Rengganis,” paparnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan adanya narasi budaya yang terstruktur dan mudah dipahami, terutama oleh generasi muda.
“Harapan kami, nantinya sudah ada narasi yang bisa ditulis dan diceritakan kepada anak-anak kita. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, semoga kita sudah memiliki konsep budaya yang matang sehingga Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai daerah yang sarat budaya dan sejarah,” tambahnya.