Jalan Poros Dekat RSUD Pasangkayu Rusak Parah karena Tidak Ada Drainase, Kadis Sebut Percuma Diaspal
January 26, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU -  Jalan poros di depan lorong menuju RSUD Pasangkayu, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu rusak parah.

Hingga jalan itu kerap digenangi air ketika hujan deras karena banyak lubang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasangkayu, Sunar mengatakan genangan air di jalan tersebut karena memang tidak memiliki saluran pembuangan.

Sehingga perbaikan yang selama ini dilakukan, hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama.

Baca juga: Dedikasi Dalmiati Nakes Pustu Salunangka Tetap Melayani di Tengah Isu Mogok Nakes se-Mamuju

Baca juga: Tak Ada Tindakan, Polisi di Mateng Hanya Rutin Tegur Anak di Bawah 12 Tahun Pakai Sepeda Listrik

“Sudah beberapa kali ditambal, pasti rusak kembali,” kata Sunar.

Ia menjelaskan, jalan tersebut berada tepat di jalur aliran air, namun tidak dilengkapi gorong-gorong atau drainase di bawah badan jalan.

 Akibatnya, air menggenang di permukaan dan merusak struktur aspal.

“Kalau hanya tambal aspal, itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Rawan Kecelakaan

Hal itu disampaikan Sunar saat menemui Wakil Bupati Pasangkayu di Kantor Bupati Pasangkayu, Senin (26/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ia turut melaporkan kondisi jalan depan lorong RSUD Pasangkayu yang dinilai rawan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.

Sunar mengakui, hingga saat ini anggaran untuk penanganan permanen berupa pembangunan gorong-gorong belum tersedia, sehingga pihaknya belum bisa melakukan perbaikan menyeluruh.

“Penanganan permanen tentu membutuhkan anggaran, sementara saat ini belum tersedia,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi jalan berlubang di depan lorong RSUD Pasangkayu menuai keluhan warga. Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (7/1/2026), terlihat lubang-lubang besar tergenang air memakan hampir separuh badan jalan dan sulit terlihat, terutama di tikungan.

Warga setempat menyebut kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama meski baru beberapa bulan lalu dilakukan penambalan.

Bahkan, menurut warga, kondisi tersebut telah menyebabkan beberapa pengendara terjatuh, termasuk satu pengendara sepeda motor yang meninggal dunia.

Sunar berharap ke depan persoalan tersebut dapat dianggarkan agar dilakukan perbaikan permanen demi keselamatan pengguna jalan, mengingat lokasi tersebut merupakan akses penting menuju RSUD Pasangkayu. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.