Napi Kabur dari Rutan Nganjuk Menimbun Badan Pakai Tumpukan Jerami
January 26, 2026 07:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Seorang narapidana, Mohammad Hairul yang kabur dari Rumah Tahanan Kelas IIB Nganjuk, kini berhasil ditangkap. 

Hairul diamankan pihak Rutan dan tim gabungan di sebuah rumah di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Di sana, Hairul kedapatan petugas bersembunyi di dalam tumpukan jerami kandang sapi area belakang rumah. 

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan rumah yang dipilih sebagai tempat pelarian merupakan rumah masa kecil Hairul. 

Di rumah tersebut, ditinggali kakek, nenek, dua anak Hairul, satu ponakan dan paman. 

"Kami langsung bergerak melakukan pengejaran tak lama usai napi kabur. Kami mengejar napi berkolaborasi dengan sejumlah pihak termasuk Polres Nganjuk. Salah satu tempat yang dicurigai, yakni rumah masa kecil napi di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi," katanya. 

Ia melanjutkan, pada Minggu (25/1/2026) sore, petugas menggeledah rumah Hairul.

Penggeledahan awal ini tak membuahkan hasil. Hairul tidak ditemukan. 

Namun, berselang waktu, Senin (26/1/2026) selepas Subuh, petugas mendapat laporan dari warga jika ada pergerakan tak lazim dari seseorang di dalam rumah itu. 

Warga melihat ada orang mondar-mandir cemas, bola matanya bergerak ke berbagai arah.

Dari gelagatnya, sangkaan menguat jika orang tersebut Hairul. Petugas bergegas menindaklanjuti laporan warga. 

"Petugas dikerahkan ke lokasi rumah napi," ujar Arief. 

Petugas lantas mengulang penelusuran di rumah Hairul. 

Segala ruang disisir petugas, seperti kamar tidur, kamar mandi, kandang sapi, dan dapur. 

Di kandang sapi, petugas sangsi menyaksikan tumpukan jerami yang tertata rapi. 

"Kami membongkar tumpukan jerami itu dan mendapati yang bersangkutan (Hairul) bersembunyi di dalamnya. Dia kemudian diamankan tanpa perlawanan," paparnya.

Baca juga: BMKG Sebut Trenggalek Masih Berpotensi Diterjang Angin Kencang

Napi tersebut diketahui, Mohammad Hairul warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Aksi ini dilancarkan Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang bolong. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap di dapur Rutan. 

Dia menyelinap pukul 11.04 WIB. Kala itu, situasi dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB. Sementara, makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB. 

Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap.  Setelah berhasil merangsek ke plafon Hairul tak tersorot kamera pengawas. 

Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB. 

Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. 

Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman Rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu. 

Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur. 

Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak Rutan. 

Sebetulnya, di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan. 

Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka. 

Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara. 

Prioritas penjagaan berada di menara pos utara. Karena, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan. 

Hingga kini, pihak rutan masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Hairul. Tim khusus dibentuk guna menangani persoalan ini. 

Selain kamera pengawas, Aksi Hairul turut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). 

Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan Rutan. 

Kala itu Dede sedang melayani dua pembeli.  Saat meramu es cincau, dia menatap bangunan Rutan sisi selatan.

Bersamaan, dia melihat ada napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan. 

Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat. 

Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. 

Dede lantas buru-buru melapor ke petugas Rutan jika ada seorang napi kabur. 

Petugas Rutan pun menindaklanjutinya. 

Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. 

Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam. 

Selain itu, juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat. 

Napi itu melepasnya dan menyampirkannya ke bahu.

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.