Belasan Ternak Di 3 Desa Diserang Hewan Buas, BKSDA Madiun Menduga Ada Invasi Anjing Liar
January 26, 2026 08:05 PM

 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Para peternak di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun menyampaikan keresahan, lantaran sejumlah hewan miliknya diduga diserang hewan buas.

Akibatnya, terdapat luka bekas gigitan ditemukan di beberapa anggota tubuh hewan ternak. Kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwajib.

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Dagangan, Nur Wahid, teror itu dialami para peternak dari 3 desa yakni Desa Segulung, Desa Padas dan Desa Ngranget.

“Kambing milik warga terluka di tubuhnya. Dari hasil penelusuran di lapangan, diduga ada jejak-jejak hewan liar seperti anjing,” ungkap Nur Wahid, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, jumlah hewan yang dilaporkan sebanyak 15 ekor mati. Belasan hewan itu berasal dari tempat berbeda.

“Kami imbau warga menguatkan kandangnya agar lebih rapat dan mungkin penjagaan lebih intensif lagi, terutama malam hari,” tuturnya.

“Terlebih lagi kandang hewan jauh dari rumah warga. Mungkin jaraknya 100 sampai 150 meter dari warga. Mungkin kontrolnya kurang, akhirnya ada serangan dari hewan buas,” jelas Nur Wahid.

Gigitan Hewan Buas

Sementara salah satu peternak di Desa Ngranget, Parminto menuturkan, luka-luka yang ditemukan pada kambing miliknya disinyalir merupakan bekas gigitan.

“Tahunya dikasih makan ternyata ketika dilihat di kandang, satu ekor luka cukup parah. Kemungkinan besar itu diserang binatang buas. Tetapi kurang tahu, masyarakat sini belum mengetahui itu binatang apa,” tuturnya.

Menurutnya, serangan hewan buas dilakukan dari luar kandang, sehingga binatang tidak bisa masuk ke dalam. Apalagi di area sekitar kandang ada banyak jejak kaki.

“Kemungkinan seperti jejak anjing. Tetapi kelihatan kakinya itu besar. Kami jelas khawatir, resah dengan kejadian ini,” bebernya.

Parminto juga tidak memungkiri hewan ternak di desa sebelah juga mengalami hal serupa. Ditambah lagi situasi serupa pernah terjadi  beberapa waktu silam. 

“Kalau sebelumnya 2 ekor mati. Kalau dari warga cuma bisa antisipasi kandang diperkuat atau lebih rapat,” tandas Parminto.

Penyelidikan BKSDA

Sementara Kabid KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro mengaku telah mengumpulkan bahan keterangan di lokasi kejadian terkait kejadian tersebut.

“Diawali koordinasi bersama aparat Kecamatan Dagangan dan pemerintah desa untuk mendapatkan informasi awal adanya kejadian itu,” ujar Agustinus.

Selanjutnya didampingi petugas terkait, BKSDA menuju lokasi kejadian untuk melakukan penelusuran jejak hewan tersebut.

“Setelah penyisiran 3 lokasi yang berbeda di sekitar kandang ternak, kami menemukan jejak hewan yang diduga sebagai pemangsa ternak,” kata Agustinus.

Berdasarkan pengamatan SURYA di lapangan, jejak tersebut berbentuk segitiga, tidak membulat, terdapat jejak kuku, dan lebar antara 4-5 centimeter.

“Diduga jejak tersebut adalah jejak anjing. Hal ini juga sesuai dengan beberapa informasi di lapangan yang berhasil dihimpun oleh tim bahwa masyarakat setempat juga menduga bahwa hewan yang mengganggu ternak mereka adalah anjing,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi kandang ternak warga tersebut terletak di ladang yang berada cukup jauh dari permukiman, sehingga penjagaan tidak bisa dilakukan setiap saat. 

Namun dengan adanya kejadian tersebut, para pemilik ternak telah melakukan penjagaan ternaknya lebih intensif terutama pada saat malam hari.

“Kami juga menghimbau kepada pemilik ternak agar tetap hati-hati pada saat menjaga ternaknya dan menghubungi petugas BBKSDA Jawa Timur jika melihat atau menemukan jejak hewan/satwa lainnya, yang memiliki ukuran lebih besar di sekitar lokasi kejadian,” tandas Agustinus. *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.