Istri Lucky Element Ungkap Detik Terakhir Sebelum Suaminya Meninggal, Sempat Lemas Tapi Tetap Nyanyi
January 26, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Industri musik Indonesia berduka atas kepergian Lucky Widjatmoko atau Lucky Widja.

Vokalis band Element ini meninggal dunia di usia 49 tahun di sebuah rumah sakit kawasan Halim, Jakarta Timur, Minggu (25/1/2026) malam.

Di balik aksi panggungnya yang tetap profesional hingga akhir hayat, terungkap perjuangan memilukan Lucky Widja melawan penyakit langka yang menggerogoti tubuhnya.

Sejak tahun 2022, Lucky Widja ternyata sudah didiagnosis mengidap Tuberkulosis (TB) Ginjal.

Berbeda dengan TBC paru pada umumnya, bakteri ini menyerang sistem perkemihan secara brutal, mulai dari ginjal, ureter, hingga kandung kemih.

Penyakit ini secara perlahan merusak fisik pria yang dulu dikenal kekar tersebut.

Berat badan Lucky Widja yang semula 84 kg menyusut drastis hingga tersisa 64 kg akibat komplikasi tersebut.

Meski kondisinya menurun, Lucky Widja dikenal sebagai sosok yang enggan dikasihani.

Ia memegang teguh prinsip untuk tidak memamerkan rasa sakitnya kepada publik.

"Gue paling nggak pernah memamerkan gue sakit. Gue sih sakit-sakit aja, nggak perlu orang tahu," kenang Lucky dalam sebuah pengakuannya di masa lalu.

Prinsip itulah yang membuat Lucky Widja tetap aktif berkegiatan.

Namun belakangan, kesehatan Lucky Widja terus menurun.

Kondisi Lucky mulai drop total dalam seminggu belakangan ini.

Istrinya, Aleima Sharuna (Runa) mengungkapkan bahwa sang suami sudah merasa lemas dan tidak enak badan selama beberapa hari terakhir.

Namun Lucky Widja sempat menolak untuk dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Janji Terakhir Lucky Element Sebelum Meninggal Dunia, Sang Istri Pilu Bahas Rencana di Bulan Juli

"Sebenarnya sudah nggak enak badan beberapa hari terakhir, sudah lemas, tapi belum mau dibawa ke RS," ucapnya, melansir dari Wartakotalive.com.

Puncaknya terjadi pada Minggu pagi, ketika Lucky Widja mengalami gejala muntah hebat.

Karena kondisi yang semakin kritis, keluarga akhirnya membawa Lucky Widja ke IGD sebuah rumah sakit di kawasan Halim, Jakarta Timur.

Setibanya di sana, Lucky Widja langsung dipindahkan ke ruang ICU.

Namun takdir berkata lain, setelah sempat mendapat perawatan intensif, Lucky Widja mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu malam.

"Langsung masuk ICU, dan malamnya (meninggal)," cerita Runa.

Komplikasi Kerusakan Ginjal dan Paru-paru

Runa membenarkan bahwa kerusakan fungsi ginjal Lucky Widja bermula dari TBC yang kemudian merembet dan merusak paru-parunya.

Kerusakan permanen ini memaksa Lucky Widja untuk rutin menjalani prosedur medis cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu, yang sudah ia jalani selama setahun terakhir.

"Karena ginjalnya rusak, maka harus cuci darah seminggu dua kali. Itu sudah berjalan setahun belakangan," ungkapnya.

Meski begitu, Runa menyebut Lucky Widja tidak hanya berdiam diri di kasur.

Ia tetap aktif berolahraga, berkegiatan, bahkan tetap menyanyi hingga sebulan terakhir.

"Lagi segar kondisinya sebulan ini. Masih berkegiatan dan menyanyi," ujar Runa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.