TRIBUNJAKARTA.COM - Usai banjir surut, giliran sampah yang menggunung terlihat di sepanjang Jalan Kembangan Baru, atau yang merupakan bantaran Kali Mookervart, Cengkareng, Jakarta Barat.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Senin (26/1/2026) siang, tumpukan sampah tersebut berjejer sepanjang beberapa puluh meter.
Mayoritas sampah tersebut merupakan sampah rumah tangga. Bahkan terlihat ada beberapa kasur dan juga sofa.
Terlihat ada beberapa pemulung yang tengah mengorek tumpukan sampah tersebut untuk mencari barang yang bisa dijualnya.
Sementara itu, alat berat dari Sudin Lingkungan Hidup Jakbar tengah mengangkuti sampah tersebut ke dalam truk sampah
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan penyebab terjadinya penumpukan sampah di bantaran Kali Mookervart.
Adapun sampah tersebut berasal dari sisa banjir yang menggenangi wilayah tersebut.
"Sabtu kemarin itu situasi sudah kering dan Minggu pagi sudah dipastikan clear and clean secara data sudah surut, kami langsung bergerak cepat untuk monitoring ke wilayah terkait sampah,” ujar Iin.
Ia mengatakan, pada saat itu warga tengah melakukan kerja bakti dan membersihkan rumah masing-masing.
Namun, dalam proses pengangkutan sampah, terdapat kendala di lapangan.
Menurut Iin, tidak semua armada truk sampah dapat masuk ke lokasi karena akses lingkungan yang sempit.
“Ketika pengangkutan sampah ini, semua armada tidak bisa masuk ke lokasi karena lingkungan banyak yang kecil-kecil, truk-truk tidak bisa masuk,” katanya.
Sebagai solusi sementara, pihaknya membuat lokasi penampungan sampah sementara sebelum akhirnya diangkut seluruhnya oleh armada truk.
“Sehingga jalan satu-satunya adalah kita bikin semacam tempat penampungan sementara. Tapi pagi ini, hari ini, saya sudah komunikasi dengan Sudin LH untuk memastikan semua sampah terangkut,” ungkap Iin.
Selain itu, Iin juga mengaku telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup dari wilayah lain untuk membantu kekurangan armada di Jakarta Barat.
“Ketika truk sampah terbatas di Sudin LH, saya sudah koordinasi agar Sudin lain yang memiliki truk bisa membantu,” kata Iin.