TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Langkah Persikutim United dalam Liga 3 Nusantara pada pertandingan terakhir memiliki hasil yang kurang memuaskan.
Bertanding melawan RANS Nusantara FC, tim kebanggaan Kabupaten Kutai Timur ini harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-3.
Kekalahan ini menjadi evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih.
Meski menelan kekalahan pahit, permainan Persikutim United sejatinya tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi di atas lapangan hijau.
Para punggawa tim berjuluk Singa Mose tersebut terlihat berusaha memberikan perlawanan sejak menit awal pertandingan.
Baca juga: Raih Kemenangan Perdana di Liga Nusantara, Persikutim United Alihkan Fokus ke Play-off Degradasi
Namun, beberapa kendala teknis dan kondisi kebugaran pemain menjadi hambatan utama dalam laga kali ini.
Kekalahan 0-3 ini disinyalir terjadi karena kondisi komposisi tim yang tidak ideal.
Banyaknya pilar utama yang absen memaksa pelatih untuk memutar otak dan menurunkan lapis kedua.
Absensi pemain andalan ini sangat terasa dampaknya pada koordinasi lini belakang dan ketajaman lini serang Persikutim United di hadapan RANS Nusantara FC.
Dalam sesi konferensi pers usai laga, Coach Syafril Usman mengungkapkan alasan di balik performa timnya yang kurang maksimal.
Ia mengakui bahwa kondisi skuad saat ini sedang dilanda badai cedera yang cukup serius.
"Artinya hari ini betul-betul anak-anak sudah berjuang ya, sudah berjuang, tapi memang banyak pemain andalan kita yang cedera beberapa, jadi memang diisi dengan pemain-pemain pelapis saja," ujar Syafril Usman kepada awak media, Senin (26/1/2026) di Solo.
Baca juga: FOTO-FOTO: Kalah dari Persibo Bojonegoro, Satu Kaki Persikutim United Berada di Liga 4 Musim Depan
Selain masalah cedera, faktor akumulasi kartu juga menjadi alasan strategis mengapa tim pelapis lebih banyak diturunkan.
Tim pelatih tidak ingin mengambil risiko kehilangan lebih banyak pemain kunci saat memasuki babak yang lebih krusial.
Strategi ini diambil demi menjaga kedalaman skuad di masa mendatang.
Manajemen dan tim pelatih rupanya sudah mulai mengalihkan fokus pada babak playoff yang akan datang.
Syafril menegaskan bahwa menjaga kondisi pemain utama jauh lebih penting daripada memaksakan kemenangan di laga yang berisiko menambah daftar cedera pemainnya.
Persiapan matang kini mulai disusun demi hasil yang lebih baik di babak selanjutnya.
Ia pun memaparkan apa yang menjadi fokus utama dalam waktu dekat sebelum menghadapi laga hidup mati di fase berikutnya.
"Yang saya fokuskan utamanya pemain-pemain yang cedera mudah-mudahan bisa kembali lagi untuk playoff, kedua juga ada beberapa tadi wing-nya kita, bek kanan, terus lapangan tengahnya kita harus diperbaiki lagi ke depannya," tambahnya.
Di sisi lain, pemain Persikutim United, Deni Kusnan, juga memberikan tanggapannya mengenai hasil minor ini.
Senada dengan pelatih, ia merasa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya melainkan sebuah pelajaran berharga.
Deni mengakui adanya kekurangan kekompakan dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.
Pihak manajemen Persikutim United sendiri berharap kehadiran Syafril Usman yang baru menangani tim selama kurang lebih 10 hari dapat memberikan dampak positif.
Target utama yang dibebankan adalah memastikan tim tetap bertahan dan bisa bersaing secara kompetitif di Liga 3 Nusantara.
Menutup sesi tanya jawab, Coach Shaffril kembali menegaskan tujuan utamanya datang ke klub ini di tengah musim yang berjalan.
Ia bertekad membawa perubahan bagi Persikutim meskipun dalam waktu yang singkat.
"Saya datang kan untuk meloloskan Persikutim ini tetap bertahan di Liga 3, jadi memang di fase grup ini kami tidak terlalu ini, cuma mau melihat pemain untuk main di playoff nanti," pungkasnya. (*)