Kronologi Penangkapan Napi Kabur Rutan Nganjuk, Sembunyi di Tumpukan Jerami Dekat Rumah Masa Kecil
January 27, 2026 12:22 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Petugas berhasil mengamankan Mohammad Hairul, narapidana yang kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk, Jawa Timur.

Napi itu diamankan di sebuah rumah di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Di sana, Hairul kedapatan petugas bersembunyi di dalam tumpukan jerami kandang sapi area belakang rumah. 

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan, rumah yang dipilih sebagai tempat pelarian merupakan rumah masa kecil Hairul. 

Di rumah tersebut, ditinggali kakek, nenek, dua anak Hairul, satu ponakan dan paman. 

"Kami langsung bergerak melakukan pengejaran tak lama usai napi kabur. Kami mengejar napi berkolaborasi dengan sejumlah pihak termasuk Polres Nganjuk. Salah satu tempat yang dicurigai, yakni rumah masa kecil napi di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi," katanya, Senin (26/1/2026).

Ia melanjutkan, pada Minggu (25/1/2026) sore, petugas menggeledah rumah Hairul.

Penggeledahan awal ini tak membuahkan hasil. Hairul tidak ditemukan. 

Namun, berselang waktu, Senin (26/1/2026) selepas Subuh, petugas mendapat laporan dari warga jika ada pergerakan tak lazim dari seseorang di dalam rumah itu. 

Warga melihat ada orang mondar-mandir cemas, bola matanya bergerak ke berbagai arah.

Baca juga: Kronologi Lengkap Penangkapan Napi Kabur Rutan Sumenep, Sempat ke Bali lalu Sembunyi di Bangkalan

Dari gelagatnya, sangkaan menguat jika orang tersebut Hairul.

Petugas bergegas menindaklanjuti laporan warga. 

"Petugas dikerahkan ke lokasi rumah napi," ujar Arief. 

Petugas lantas mengulang penelusuran di rumah Hairul. 

Segala ruang disisir petugas, seperti kamar tidur, kamar mandi, kandang sapi, dan dapur. 

Di kandang sapi, petugas sangsi menyaksikan tumpukan jerami yang tertata rapi. 

"Kami membongkar tumpukan jerami itu dan mendapati yang bersangkutan (Hairul) bersembunyi di dalamnya. Dia kemudian diamankan tanpa perlawanan," paparnya.

Napi Kabur

Napi tersebut diketahui bernama Mohammad Hairul, warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Aksi ini dilancarkan Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang bolong. 

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap di dapur rutan. 

Dia menyelinap pukul 11.04 WIB.

Kala itu, situasi dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB. Sementara, makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB. 

Baca juga: Napi yang Kabur Dilumpuhkan Satreskrim Polres Bangkalan, Rutan Sumenep: Ini Menjadi Pembelajaran

Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap. 

Setelah merangsek ke plafon, Hairul tak tersorot kamera pengawas. 

Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB. 

Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. 

Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu. 

Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur. 

Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak rutan. 

Sebetulnya, di sisi selatan rutan terdapat menara pos penjagaan. 

Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka.

Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara. 

Prioritas penjagaan berada di menara pos utara. Karena, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan. 

Selain kamera pengawas, aksi Hairul turut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). 

Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan rutan. 

Kala itu Dede sedang melayani dua pembeli. 

Saat meramu es cincau, dia menatap bangunan rutan sisi selatan.

Bersamaan, dia melihat ada napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas rutan. 

Baca juga: Dapat Remisi di Momen HUT Kemerdekaan, 14 Napi di Lapas Kelas II A Pamekasan Sujud Syukur

Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat. 

Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. 

Dede lantas buru-buru melapor ke petugas rutan jika ada seorang napi kabur. 

Petugas rutan pun menindaklanjutinya. 

Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. 

Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam.

Selain itu, juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat. 

Napi itu melepasnya dan menyampirkannya ke bahu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.