Anggota DPRD Angkat Bicara soal Kasus 750 Balita di Sumenep Mengalami Stunting
January 27, 2026 02:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sekitar 750 balita di Sumenep, Jawa Timur mengalami stunting. 

Hal itu tercatat hingga akhir tahun 2025.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kepulauan, Syamsul Bahri mengingatkan agar upaya pencegahan semakin diperkuat.

Tak hanya itu penanganan secara berkelanjutan sudah sepatutnya terus dilakukan.

Baca juga: Cegah Stunting, Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Susu PKMK untuk Balita di Gondang

Pernyataan itu disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 25 Januari 2026, yang menurutnya tidak boleh dimaknai sebatas seremonial.

"Persoalan stunting di Sumenep masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ini harus ditangani secara serius dan berkesinambungan," kata Syamsul Bahri, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Anak stunting berpotensi mengalami penurunan kemampuan kognitif hingga 11 poin IQ, yang dapat memengaruhi daya saing daerah.

"Kalau ini tidak ditangani dengan benar, dampaknya jangka panjang. Ini menyangkut masa depan generasi Sumenep," katanya.

Syamsul Bahri menekankan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga peran keluarga dan masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan intervensi gizi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain intervensi gizi, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi layak, serta edukasi gizi bagi ibu hamil dan keluarga dinilai menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

"Pengawasan dan evaluasi program juga harus konsisten, agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak berhenti di tataran formalitas," tegasnya.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menunjukkan, kasus stunting masih tersebar di seluruh kecamatan, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Syamsul Bahri berharap, momentum Hari Gizi Nasional dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk menekan angka stunting di Sumenep.

"Tujuannya jelas, melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing demi menyongsong Indonesia Emas 2045," terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.