TRIBUNTRENDS.COM - Tokoh spiritual terkenal, Samijan alias Mbah Mijan, resmi memutuskan untuk pensiun dari profesinya sebagai paranormal.
Ia meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun dan memilih menapaki jalur profesi baru.
Kabar ini pertama kali dibagikan melalui akun X resmi miliknya pada 30 Desember 2025.
“Mulai 30/12/25 saya resmi pensiun," ujar Mbah Mijan, dikutip Tribunnews.com dari akun X-nya pada Selasa (30/12/2025).
“Tiga windu sudah saya dibesarkan lewat kebatinan, dan hari ini dengan penuh kesadaran saya pensiun,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Namun, tak lama setelah pengumuman pensiunnya, Mbah Mijan kembali muncul di publik untuk berbicara tentang kondisi finansialnya kini.
Ia mengakui bahwa penghasilannya mengalami penurunan drastis sejak berhenti menjadi paranormal.
Baca juga: Mbah Mijan Buka Suara Soal Pengakuan Pria Ngaku Kirim Santet ke Stevie Agnecya Dibayar Rp100 Juta
“Bumi dan langit,” jelas Mbah Mijan ketika menggambarkan perbedaan penghasilannya dulu dan sekarang, dikutip dari YouTube Insertlive pada Senin (26/1/2026).
“Dulu kebetulan Mbah di level middle up, menengah ke atas. Orang mau konsultasi ke Mbah saja 10 juta. Kalau penanganan lebih lanjut, misal ada problem tentang bisnis atau segala macam antara 40 atau 50 (juta). Jadi bumi dan langit,” jelasnya lebih lanjut.
Meski perbedaan pendapatan terasa sangat signifikan, Mbah Mijan menegaskan bahwa keputusan pensiunnya diambil dengan kesadaran penuh.
Ia kini menikmati fase baru dalam hidupnya, jauh dari dunia paranormal yang selama ini menjadi identitasnya.
Ia merasa lebih bahagia meskipun tak berpenghasilan sebesar dulu menjadi paranormal.
"Tapi kalau ngomongin soal happy atau bahagia yang tak bisa dibayarkan ya rasanya happy. Bahagia sekarang," lanjutnya.
"Dulu duit banyak, tapi kosong, hampa. Enggak punya keturunan. Sekarang, Alhamdulillah justru berkah banget."
"Kalau ngomongin penghasilan jauh banget. Tapi berkah banget," ucap Mbah Mijan bahagia.
Mbah Mijan mulai berubah sejak sang istri berbadan dua.
Ia kemudian berbalik arah soal urusan rejeki.
"Jadi sejak tahun 2022 istri hamil, Mbah udah gak pernah menggunakan atribut apapun tentang keparanormalan. Makanya di awal tahun 2026 Mbah bilang, Mbah ber-statement 'Mbah gantung jimat'," tegas pria berusia 41 tahun tersebut.
"Mbah lepas semua atribut keparanormalan Mbah Mijan. Dan Mbah tutup buku metafisika. Mbah pengin membuka lembaran baru, bukan karena menyesali, bukan karena menyerah terhadap masa lalu."
"Tapi memang Mbah punya cerita mistis yang membuat Mbah harus memilih. Pilih A atau pilih B, ternyata jimat sesungguhnya adalah anak. Makanya Mbah pilih anak, Mbah milih keluarga," ungkapnya.
Mbah Mijan juga menerangkan, jimat yang selama ini menemaninya menjadi paranormal sudah dibuang ke laut.
Dan ada beberapa barang yang sengaja dikubur.
Ia tak ingin mengungkap di mana letak ia mengubur barang masa lalunya.
Namun Mbah Mijan mengungkap barang-barang tersebut sudah dikubur di sebuah pegunungan.
"(Dibuang) di laut. Kan dapatnya di laut selatan. Semua alat Mbah kubur, ditanam di tanah. Untuk lokasi rahasia, tapi di sebuah gunung lah," tungkas pria kelahiran Kebumen tersebut.
Mbah Mijan melalui akun X miliknya pada Selasa (30/12/2025) mengumumkan untuk gantung jimat alias pensiun dari dunia spiritual.
“Mulai 30/12/25 saya resmi pensiun," kata Mbah Mijan dikutip Tribunnews.com, dari akun X nya, Selasa (30/12/2025).
"Tiga windu sudah saya dibesarkan lewat kebatinan, dan hari ini dengan penuh kesadaran saya pensiun,” tulis Mbah Mijan.
Ia menegaskan keputusannya bukan bentuk penolakan terhadap masa lalu, tetapi karena dirinya ingin berkontribusi dengan pendekatan yang lebih ilmiah.
“Saya pensiun dari paranormal bukan bentuk penolakan masa lalu, tapi langkah kontribusi melalui pendekatan yang lebih ilmiah dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Mbah Mijan kini memilih jalur baru sebagai akupunkturis dan tengah menempuh pendidikan D-3 Akupunktur di ITSK Soepraoen, Malang, Jawa Timur.
“Saya memilih lembaran baru sebagai akupunkturis," katanya.
"Saya sangat serius menekuni dunia baru ini, bahkan saya juga belajar akupunktur sampai ke Guangzhou, Tiongkok,” lanjut Mbah Mijan.
Ia menambahkan pengalaman belajarnya di China memperkuat keyakinannya untuk menekuni dunia kesehatan berbasis pengobatan tradisional Timur.
“Seperti pepatah bilang belajarlah sampai ke negeri China, dan saya telah melakukannya,” tutur Mbah Mijan.
Menurutnya, perbedaan peran yang kini dijalani sangat terasa. Jika dahulu menangani persoalan batin, kini ia lebih fokus membantu masalah kesehatan.
“Dulu saya kedatangan pasien dengan keluhan problematika kehidupan, sekarang saya kedatangan pasien dengan keluhan problematika kesehatan,” ungkapnya.
(TribunTrends/Tribunnews)