China Bakal Buka Pasar Kontrak Berjangka Nikel dan Litium untuk Investor Asing
kumparanBISNIS January 27, 2026 04:19 AM
China akan mengizinkan investor asing untuk berinvestasi dalam pasar kontrak berjangka nikel dan litium domestik, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengaruhnya di pasar komoditas global.
Dikutip dari Bloomberg, Komisi Regulasi Sekuritas China menyatakan nikel dan litium karbonat termasuk dalam 14 produk berjangka dan opsi yang akan dibuka. Bursa akan didesak untuk melakukan persiapan guna menerapkan perubahan tersebut.
Adapun China adalah pembeli bahan mentah terbesar di dunia, tetapi harga patokan sebagian besar ditetapkan di pusat-pusat keuangan seperti London, Singapura, dan New York. China ingin pengaruh yang lebih besar atas harga, sejalan dengan tujuannya untuk meningkatkan daya tarik yuan sebagai mata uang global.
Kontrak berjangka nikel diperdagangkan di Bursa Berjangka Shanghai dan litium karbonat di Bursa Berjangka Guangzhou. Keduanya termasuk kontrak komoditas domestik yang paling aktif dan memiliki kepentingan global yang sangat penting mengingat peran pentingnya bagi baterai dan transisi energi.
Mitra pengelola perusahaan pialang BANDS Financial Ltd, Tiger Shi, mengatakan kemungkinan besar logam lain seperti tembaga, aluminium, dan seng juga akan tersedia bagi investor asing karena dorongan global dari SHFE.
“Ini langkah yang signifikan,” katanya.
Perbesar
Ilustrasi Nikel. Foto: EVGEIIA/Shutterstock
Bursa Shanghai meluncurkan rencana internasionalisasi pada Mei lalu, mencakup proposal untuk mengizinkan investor luar negeri untuk memberikan valuta asing sebagai jaminan untuk transaksi dalam mata uang yuan. Pembatasan modal asing sering disebut-sebut sebagai alasan kegagalan China untuk memainkan peran yang lebih besar di pasar global.
SHFE menilai, masuknya investasi asing dalam kontrak berjangka akan membantu meningkatkan kekuatan penetapan harga komoditas China, memperbaiki manajemen risiko logam non-ferrous, dan mendorong penemuan harga nikel yang lebih baik.
Sebelumnya, langkah-langkah China membuka pasar berjangka komoditas hanya memberikan hasil yang terbatas. Bursa Energi Internasional Shanghai, sebuah unit dari SHFE, telah menawarkan kontrak tembaga dalam denominasi yuan kepada investor asing sejak tahun 2020, dan kontrak minyak mentah sejak tahun 2018, tetapi keduanya belum memberikan dampak signifikan terhadap dominasi bursa internasional.
Sementara Bursa Komoditas Dalian mengizinkan investor asing untuk berinvestasi dalam kontrak berjangka bijih besi pada tahun 2018, sebuah langkah yang sedikit lebih sukses.