Pihak Istana membuka suara soal 3 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara dikabarkan bergeser masuk ke wilayah Malaysia.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan, pemerintah Indonesia akan mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah akan terlebih dahulu memastikan kondisi lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Mensesneg di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
“Kami akan cari jalan keluar, cek di lapangan, dan diskusikan,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Sebagai informasi, kabar tersebut memicu keresahan warga perbatasan.
Kepala Desa Tetagas, Kalvianus, membantah narasi tersebut.
Kalvianus menegaskan, yang terjadi bukanlah perpindahan desa secara utuh, melainkan hanya sebagian kecil wilayah.
Ia juga menyebut, masyarakat tak pernah dilibatkan dalam forum resmi terkait batas negara.
Bahkan, lahan yang diklaim masuk Malaysia adalah kebun dan tanah pertanian yang sudah dikelola turun-temurun.
Lanjut ia mengungkap pengalaman saat helikopter Tentara Malaysia mendarat di Desa Tetagas pada 2023.
Hal itu justru menambah keresahan warga.
Lantas, ia menyayangkan slogan nasionalisme seakan kehilangan makna di tengah kabar pergeseran wilayah.
“Seharusnya kita menghargai para leluhur yang berjuang mempertahankan daerah perbatasan. Slogan NKRI Harga Mati, sejengkal tanah akan dipertahankan, itu seolah hanya angin lalu,” ujar Kalvianus.
Sebelumnya, kabar pergeseran batas wilayah ini disampaikan Sekretaris BNPP, Makhruzi Rahman.
Ketiga desa yang dimaksud ialah Desa Kabungalor, Lipaga, dan Tetagas.