Permintaan maaf pengusaha Insanul Fahmi pada Wardatina Mawa menjadi sorotan pakar mikro eskpresi Kirdi Putra.
Kirdi menilai permintaan maaf Insanul Fahmi terhadap istri sahnya itu tidak tulus.
Bahkan, dianggap sebagai siasat untuk lepas dari jerat hukum usai heboh dengan Inara Rusli.
Memang, Insan sempat membuat pernyataan terbuka soal permintaan maaf pada Mawa dan keluarga besar pada Kamis (22/1/2026).
Adanya permintaan maaf itu sebagai langkah Insan untuk menyanggupi satu di antara dua syarat yang diberikan Mawa, apabila ingin berdamai.
Kirdi Putra menilai Insan tidak menunjukkan ekrpesi penyesalan saat meminta maaf.
Bahkan tak ada juga rasa takut saat menyadari kesalahan, lantaran Insanul sudah menikah siri dengan Inara Rusli tanpa izin dari Mawa.
"Tidak adanya ekspresi takut yang bergabung dengan sedih atau penyesalan. Itu nggak keluar," ucap Kirdi Putra, dikutip dari Seleb Oncam, Senin (26/1/2026).
Ekspresi yang tertangkap oleh Kirdi, yakni wajah datar Insan.
Apalagi Insan nampak menyampaikan maaf dengan membaca sebuah teks yang diduga sudah disiapkan oleh penasihan hukumnya.
"Terlihat datar aja (wajahnya)."
"Berusaha menampilkan kalau dirinya menyesal, iya. Tapi tidak berupa tarikan yang serius," tutupnya.
"Apakah itu tulus? Jawabannya cenderung tidak."
"Itu bukan sesuatu yang sulit dilakukan, apalagi sudah ditulis lalu dibaca. Berbagai bentuk emosinya jadi nggak keluar," tambah Kirdi lagi.
Kirdi pun menduga ada tiga kemungkinan tujuan Insan bersedia meminta maaf.
Pihaknya menyinggung soal adanya strategi hukum yang tengah dijalankan oleh Insan.
"Buat saya permintaan maaf itu dilakukan, untuk memenuhi permintaan Mawa, untuk meredam netizen yang menyerang, Ketiga ini bagian dari strategi hukum. Dari pada dilanjut sama Mawa mending minta maaf deh sama Mawa,"
Pun isi permintaan maaf bapak satu anak ini, terkesan netral.
Sehingga tidak ada pengakuan soal dugaan perselingkuhan atau meminta maaf terkait pernikahan siri yang sudah dilakukan.
"Ketika minta maaf, dia sudah mendapatkan masukan dari kuasa hukumnya. Karena permintaan maaf tersebut sifatnya netral. Sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh Mawa sebagai bukti di pengadilan terkait hak asuh anak, gana-gini dan sebagainya," tutup Kirdi lagi.
Insan memohon agar dimaafkan oleh Mawa lewat sebuah video permintaan maaf secara terbuka, diunggah oleh kanal YouTube Cumicumi, Kamis (22/1/2026).
Dalam videonya, Insan meminta maaf kepada Mawa dan keluarga besar atas kekisruhan yang terjadi.
Tegas, pengusaha di bidang kuliner ini, merasa hanya dirinya yang patut disalahkan atas kekacauan rumah tangganya tersebut.
Ia mengakui akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya.
"Tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain saya."
"Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki," ungkap Insan.
Pria asal Medan ini, mengakui dirinya penuh dengan dosa.
Lalu, ia memohon agar dimaafkan oleh sang istri dan keluarga.
"Saya Insanul Fahmi melalui pernyataan ini dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa," ucap Insan, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (22/1/2026).
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya Wardatina Mawa beserta ibu dan ayah juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati," sambungnya.
Insan mengaku telah melakukan kekhilafan yang melukai hati wanita bercadar tersebut.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam," ujar ayah satu anak ini," ujar Insanul Fahmi.
"Saya sadar saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar," tambahnya.
Pria yang sudah tujuh tahun membina rumah tangga dengan Mawa ini, merasa menyesal karena telah gagal sebagai suami.
"Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami," kata Insan.
"Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak," lanjutnya.
Di sisi lain, Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru mengungkapkan perkembangan dari kasus tersebut.
Sebelumnya, suami sah Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan artis Inara Rusli telah mengajukan restorative justice (RJ) atau jalan damai.
Namun permintaan RJ tersebut ditolak oleh Wardatina Mawa.
Andaru menyampaikan, bahwa sampai saat ini pihak Mawa belum mengindahkan soal perdamaian tersebut.
"Sampai saat ini penyidik belum menerima apakah ada perdamaian dari pelapor M terhadap terlapor," kata Andaru, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (26/1/2026).
Untuk penanganan kasus ini, lanjut Andaru, bakal ditangani oleh Direktorat PPA Polda Metro Jaya.
Dikatakan Andaru, Direktorat PPA merupakan Direktorat baru yang khusus menangani kasus perempuan, anak dan kaum rentan lainnya.
"Sekarang penanganannya ditangani oleyh Direktorat PPA Polda Metro Jaya."
"Ini adalah Direktorat Baru," jelasnya.
Menurutnya, kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan serta anak bisa ditangani dengan fokus.
Andaru meyakini, Direktorat PPA bakal menangani kasus ini dengan profesional.
"Tujuannya supaya penanganan terhadap korban-korban baik perempuan, anak ini semakin terfokus."
"Kami yakinkan penanganannya akan lebih profesional. Nanti selanjutnya akan ditangani oleh Direktorat PPA Polda Metro Jaya," terangnya.
Masalah ini diketahui berawal dari Mawa yang membongkar dugaan perselingkuhan suaminya, Insanul Fahmi dengan Inara.
Mawa memiliki bukti rekaman CCTV yang berisikan dugaan hubungan intim Insan dan Inara hingga meleporkan keduanya atas dugaan perzinaan.
Selain itu, pernikahan siri antara Insan dan Inara sampai saat ini juga masih menjadi polemik.
Pasalnya, pernikahan itu tanpa diketahui Mawa, yang statusnya masih menjadi istri sah Insan.