TRIBUN-MEDAN.COM,- Tribunners, kami akan menyuguhkan lirik lagu Rukun Sama Teman yang ditulis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Lagu Rukun Sama Teman ini mulai tahun 2026 wajib dinyanyikan saat upacara bendera setiap hari Senin.
Arahan ini disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: Jadwal Puasa Nisfu Syaban 2026, Ini Niat dan Keutamaannya
Pemerintah melalui Mendikdasmen menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah.
Isinya, mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk menggiatkan kembali pelaksanaan upacara bendera di sekolah setiap hari Senin pagi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta membentuk jiwa patriotisme di kalangan pelajar sejak dini.
Baca juga: Mengenal Virus Nipah yang Kini Bikin Khawatir Thailand, Belum Ada Vaksinnya
Selain menyanyikan lagu nasional, para peserta didik juga harus menyanyikan lagu Rukun Sama Teman dengan tujuan menanamkan semangat kebersamaan, toleransi, dan persahabatan di lingkungan sekolah.
Verse 1
Semua insan, ciptaan Tuhan
Berbeda rupa dan kemampuan
Mari saling menghormati
Jangan saling menyakiti
Verse 2
Tak ada guna permusuhan
Tak ada guna pertangkaran
Mari jalin persahabatan
Rukun sama teman
Reff
Banyak kawan, kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari... bergandeng tangan...
Rukun sama teman
Baca juga: Daftar HP Harga Rp 2 Jutaan Terbaik 2026 yang Cocok Bagi Pelajar
Lirik mengajarkan bahwa semua anak adalah ciptaan Tuhan dengan keunikan masing-masing, sehingga harus saling dihargai tanpa memandang perbedaan rupa, kemampuan, atau latar belakang.
Pesan anti-bullying jelas terlihat: hindari permusuhan atau pertengkaran karena hanya merugikan, gantikan dengan persahabatan dan gotong royong untuk rasa aman di sekolah.
Baca juga: Kalender Jawa Weton Selasa Wage 27 Januari 2026, Tetap Disiplin dan Sabar
Secara keseluruhan, lagu menanamkan nilai Pancasila seperti kebersamaan, empati, dan toleransi, ideal untuk diskusi guru-orang tua tentang konflik sosial.(ray/tribun-medan.com)