Ramai Kritik Untuk Dokter Bobby, Sebut Gerd Tak Bikin Sakit Jantung, Kini Disuruh Agar Belajar Lagi
January 27, 2026 09:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Dokter Bobby Arfhan Anwar atau yang akrab dengan julukan dokter Bobby Jantung sedang ramai di hujat netizen. 

Awal mulanya dokter Bobby menjelaskan bahwa penyakit GERD tidak membuat sakit jantung.

"GERD ga bikin sakit jantung. Udah itu aja," tulis dokter Bobby.

Seketika dirinya ramai dihujat dan disuruh untuk belajar lagi oleh netizen. 

"Gak bikin sakit jantung tapi dada sesak, kematian Lula henti nafas, henti nafas henti jantung karna kurangnya oksigen yang mengalir ke darah, darah tidak mengalir, jantung berhenti!!

GERD anxiety memang gak bikin sakit jantung tapi bisa berhubungan dengan jatung, belajar lagi deh dok!!" tulis seorang netizen di kolom komentar sang dokter.

Tak hanya satu, dokter Bobby banyak mendapat komentar serupa dari netizen.

Hal ini memicu reaksi dari rekan sejawatnya.

Dokter Tirta misalnya, melalui akun Threads memberikan pembelaan terhadap dokter Bobby.

"Bagi yg jawab

“Tidak semua dokter pinter maka harus dkritik profesinya” cuma pekara bahas GERD

Heh mas, kukasi tau. Bedain nyeri dada karena GERD dan Jantung itu materi ujian ukmppd di s1, kalo sampe ga lulus ya ga bakal jadi dokter

Kritiklah cara kerjanya dokter. Bebas.

Telat visite? Kritik.
Ketus? Kritik

Tapi kalo situ sotoy mengenai ilmu yg sudah jadi “makanan wajib” dokter, ya itu offside.

Apalagi sampe nantang ofensif.

Rasah aneh2.
Sekolah o dokter nek pengen dadi dokter," tulisnya dalam sebuah cuitan di akun Threads.

Sosok Dokter Bobby

Dokter Bobby memiliki nama lengkap Bobby Arfhan Anwar.

Dikutip dari Alodokter, ia merupakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Dokter Bobby menamatkan studi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Andalas pada tahun 2025.

Setelahnya ia menjadi dokter spesialis jantung yang sudah berpraktik menangani masalah jantung selama bertahun-tahun.

Dokter Bobby tercatat praktik di beberapa rumah sakit seperti Eka Hospital Permata Hijau dan RS Hermina Depok.

Ia dikenal menguasai penanganan serangan jantung akut dan penyempitan arteri koroner lewat katerisasi jantung dan pemasangan stent.

Ia juga tercatat pernah meraih beberapa penghargaan seperti Digital Health Influencer Awad 2024 dan Komnas Pengendalian Tembakau Award 2025.

Di media sosial, dokter Bobby dikenal cukup aktif.

Ia memiliki akun Instagram dengan nama @dr.bobbyjantung dengan jumlah pengikut mencapai 726 ribu.

Melalui akun tersebut, ia kerap memberikan edukasi medis terkait bidang yang menjadi keahliannya. 

Penyakit gerd ramai jadi perbincangan karena Lula diduga meninggal karena memiliki penyakit gerd. 

Pengakuan Lula Soal Penyakitnya 

Lula Lahfah sempat mencurahkan ketakutannya soal penyakit GERD yang dideritanya. 

Tepatnya tahun 2021 lalu Lula lahfah mengatakan bahwa dirinya takut meninggal karena GERD. 

GERD adalah penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. 

Gejala GERD bisa berupa sensasi perih di dada dan perut, rasa pahit di mulut, nyeri ulu hati, mual, dan sulit menelan.

Lula mengeluhkan sakit GERD tersebut tepatnya 2021 lalu. 

"Overthinking sampe GERD lalu makin overtinking karena takut meninggal," tulis Lula di akun Twitter dikutip Tribunbengkulu, Sabtu (24/1/2026). 

Tak cuma sampai disitu, Lula bahkan lagi-lagi mengakui bahwa dirinya sedang sakit. 

"Tadi tiba-tiba susah banget buat nafas terus dada nyeri banget sampe ke RS, ngeri jantung gitu tapi pas diperiksa bersyukur banget ternyata gue asam lambung, tetep sih nyiksa sakitnya, tapi setidaknya jantung gue sehat sentosa," tulis Lula.

Tak  cuma itu beberapa waktu lalu, Lula juga sempat mengeluhkan bahwa kondisi badannya kembali tidak sehat.

"Awalnya meriang dan sebadan-badan ngilu, sendi ngilu, dipegang aja ngilu, terus demam tinggi ternyata, terus perut aku keram banget, nafas aja sakit, akhirnya pas ke RS di cek aku infeksi bakteri," ucap Lula di instagram pribadinya @lulalahfah. 

"Terus pas ditelusuri bakterinya dari urin, jadi aku ISK (Infeksi Saluran Kemih), aku emang punya riwayat ISK karena dulu suka nahan buang air kecil, nah aku bingung aku kok nggak ada gejala sama sekali ternyata karena aku kurang minum air putih makanya perut jadi keram" lanjut Lula. 

Ia pun menceritakan selama ini memang kurang minum, sekalipun itu sehabis makan. 

"Aku tu entah kenapa selalu lupa untuk minum, aku takut kalo minum air banyak takut pengen pipis disaat yang tidak tepat, contoh dijalan aku tiba-tiba kebelet tapi ternyata malah bikin ISK," 

"Perutku masih sakit banget jadinya tadi di CT scan, semoga aja hasilnya aman aman aja yaa, aamiin," tutup Lula. 

Kronologi Lula Ditemukan 

Kronologi Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026).

Jasad Lula ditemukan petugas keamanan pukul 18.44 WIB.

Lula ditemukan tak bernyawa dalam kondisi telentang di tempat tidur berselimut putih. 

Kamarnya pun terkunci dari dalam.

Kematian Lula pertama kali disadari ART, Asiah.

Dia merasa curiga karena Lula tidak memberi respon apapun saat berada di kamar.

Pasalnya Lula juga dalam kondisi tidak sehat.

Atas kekhawatiran itulah Asiah meminta pertolongan pada empat orang manajemen apartemen untuk membuka kamar.

Ketika dibuka, Lula ditemukan dengan kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan.

"Tidak ada tanda penganiayaan," katanya.

Dekat posisi Lula, ditemukan pula sejumlah obat-obatan.

"Ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan RSPI," katanya.

Penemuan itu segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan surat kematian yang diterbitkan, Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB.

Saat ini, Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri lebih jauh kronologi serta penyebab pasti kematian korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto turut memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi kondisi tubuh Lula saat ditemukan, termasuk kabar adanya perubahan warna pada mulut dan lebam di beberapa bagian tubuh.

“Lebam itu kan bisa saja dari lebam mayat. Untuk memastikan akibat kematian harus lakukan otopsi,” kata Budi saat dihubungi terpisah, Jumat malam.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penyebab kematian belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan medis lanjutan melalui proses otopsi.

Kini dalam hitungan jam, lini masa dipenuhi tanda tanya, spekulasi, dan asumsi yang berkembang liar tanpa kendali.

Nama Lula Lahfah menjadi salah satu topik paling banyak dibicarakan.

Sayangnya, rasa penasaran publik justru berbelok ke arah yang kelam.

Bukan tanpa sabab, pacar Reza Arap itu diisukan meninggal karena overdosis.

Hal itu terbukti karena kata kunci seperti "Lula Lahfah overdosis" hingga singkatan OD ramai dicari dan diperbincangkan.

Di tengah hiruk pikuk tersebut, satu pertanyaan terus bergema di ruang digital: "Lula meninggal karena apa"?

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.