TRIBUBLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 27-29 Januari 2026.
Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:
Di wilayah Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (26/1/2026), cuaca terpantau hujan sedang hingga lebat sejak pukul 03 hingga 10 pagi.
Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditim bulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.
Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir waspada tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.
Dikabarkan sebeumnya, Tanah longsor terjadi di Jalan Raya Pusuk Sembalun, Lombok Timur, pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutupi sebagian bahu jalan, mengganggu arus lalu lintas di kawasan wisata itu.
"Kami langsung membersihkan material longsoran menggunakan alat seadanya seperti sekop dan cangkul agar jalan bisa segera dilalui," kata Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Cuaca Kota Mataram Selasa 27 Januari 2026: Prakiraan Hujan Ringan di 6 Kecamatan
Longsor ini diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
"Saat ini material yang menutupi bahu jalan sudah berhasil kami pinggirkan. Jalur sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, namun baru bisa menggunakan satu lajur secara bergantian," tuturnya.
Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengerahkan alat berat ke lokasi guna mempercepat proses evakuasi material secara menyeluruh agar arus lalu lintas kembali normal.
"Kami juga sudah berkomunikasi untuk didatangkan alat berat untuk evakuasi tanah tersebut," jelasnya.
(*)