TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Tim Resmob Polres Luwu, Sulawesi Selatan, menangkap tiga pelaku yang terlibat aksi pencurian tegel keramik di gudang Toko Cahaya Bangunan serta Masjid Raya Al-Islah Belopa.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial H (21), MH (21), dan R (24).
Polisi meringkus ketiganya pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari di Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa.
Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Belopa, Bripka Nur Ardiansyah, setelah polisi menerima laporan korban.
Kata Nur Ardiansyah, aksi pencurian itu telah dilakukan secara berulang sejak pertengahan 2025.
Ia menerangkan, kasus ini bermula dari laporan kehilangan sejumlah tegel keramik lantai di gudang Toko Cahaya Bangunan yang berlokasi di Jalan Topoka, Kelurahan Senga.
Dari hasil penyelidikan, sambung Nur Ardiansyah, polisi mendapati para pelaku menjalankan aksinya pada dini hari.
"Mereka beraksi dengan menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut barang curian," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 10.06 Wita pagi.
Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani menyebut, dalam pemeriksaan terpisah oleh Tim Resmob, ketiga terduga pelaku mengakui perbuatannya.
Polisi juga mengungkap bahwa H merupakan mantan buruh di gudang Toko Cahaya Bangunan.
H telah melakukan pencurian sebanyak tujuh kali sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.
Sementara MH dan R, sambung Ibnu, mengaku turut terlibat dalam beberapa aksi pencurian dengan sistem pembagian hasil secara merata.
“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Hasil penyelidikan mengarah pada identitas para pelaku yang kemudian berhasil kami amankan,” ujar Ibnu.
Menurutnya, saat ini ketiga terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasus.
Ibnu menambahkan, pihaknya masih memburu satu pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 32 dus tegel keramik lantai ukuran 60×60 merek Motis serta tiga unit telepon genggam.
"Sementara tiga unit kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian masih dalam pencarian," bebernya.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak kriminal kepada pihak kepolisian.
“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional,” tutup alumnus Akpol 2004 itu.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana