AS Pakai ‘Kambing Hitam’ Untuk Menyerang Fasilitas Iran, Teheran Bersiap Perang Habis-habisan
January 27, 2026 02:03 PM

AS Pakai ‘Kambing Hitam’ Untuk Menyerang Fasilitas Iran, Teheran Bersiap Perang Habis-habisan

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mamanas setelah pejabat media Tehran menuduh Washington bersiap menggunakan pihak ketiga sebagai “kambing hitam” untuk menyerang fasilitas Iran.

Iran secara tegas memperingatkan setiap serangan, sekecil apa pun, akan diperlakukan sebagai perang habis-habisan.

Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah yang dinilai Teheran sebagai sinyal politik agresif dari Washington.

Ketua Asosiasi Jurnalis Iran sekaligus anggota Dewan Media Pemerintah, Masha'Allah Shams al-Wa'izin, mengatakan Presiden AS Donald Trump “sedang berjalan di tepi jurang” seiring meningkatnya ketegangan regional.

Dalam wawancara dengan Al Mayadeen, Jumat (23/1/2026), Shams al-Wa'izin mengungkapkan bahwa Washington telah menyampaikan pesan melalui pihak ketiga bahwa fasilitas-fasilitas Iran berpotensi menjadi target serangan. 

Ia menyebut AS berharap Teheran akan menerima serangan tersebut tanpa memberikan respons keras.

Namun, menurutnya, asumsi tersebut keliru.

Baca juga: Brigade Hezbollah Irak Siaga Tempur Beri Perlindungan Pada Iran, Perang dengan AS Kian Nyata

Ia menekankan bahwa bagi Iran, serangan terbatas apa pun akan dianggap sebagai perang skala penuh, yang secara signifikan meningkatkan biaya bagi setiap calon agresor. 

Shams al-Wa'izin juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan bersenjata yang terjadi di Iran dalam beberapa waktu terakhir, menyusul kegagalan apa yang ia sebut sebagai “perang 12 hari” terhadap negaranya. 

Shams al-Wa'izin menolak berbagai laporan yang beredar di media oposisi sebagai informasi palsu, yang disebarkan oleh pasukan oposisi tentang dugaan perkembangan di Iran sebagai "berasal dari oposisi bersenjata yang berbasis di Tel Aviv [dan] Paris."

“Amerika Serikat ingin Iran menyerah,” kata Shams al-Wa'izin, seraya menekankan bahwa tidak ada negara yang bermartabat yang dapat menerima ancaman seperti itu. 

Ia menambahkan bahwa mobilisasi militer AS di kawasan merupakan pesan politik dari Trump kepada kepemimpinan Iran. 

Meski demikian, Teheran diyakini memiliki “banyak kartu kekuatan” untuk merespons tekanan apa pun.

Pejabat Iran: Serangan AS adalah perang habis-habisan.

Pernyataan Shams al-Wa'izin tersebut sejalan dengan keterangan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters. 

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan bahwa setiap serangan AS akan dipandang sebagai “perang habis-habisan melawan Iran.”

“Kami berharap pengembangan militer ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata. Namun, militer kami siap menghadapi skenario terburuk,” katanya, merujuk pada pengerahan kekuatan AS, termasuk penempatan ulang dua kapal induk.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan membedakan jenis serangan.

“Serangan terbatas, tidak terbatas, tepat sasaran, maupun kinetik, semuanya akan kami anggap sebagai perang habis-habisan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Iran akan merespons dengan kekuatan maksimal apabila diserang.

“Kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan masalah ini,” kata pejabat itu.

Kepala CENTCOM Kunjungi Israel

Di tengah meningkatnya ketegangan, Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dilaporkan tiba di Tel Aviv pada Sabtu untuk kunjungan singkat. 

Kunjungan tersebut mencakup pertemuan dengan pejabat keamanan senior Israel.

Sementara itu, Presiden Trump terus melontarkan ancaman agresi militer terhadap Republik Islam Iran.

Baik AS maupun Israel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kerusuhan bersenjata yang terjadi di Iran sejak awal tahun.

Pejabat Iran menilai situasi tersebut sebagai kelanjutan dari konflik sebelumnya dan menuding AS serta Israel merancang upaya perubahan rezim. 

Iran juga menuduh badan intelijen Israel, Mossad, berperan dalam mempercepat kerusuhan di dalam negeri.

Pada Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa sejumlah besar kapal militer AS sedang menuju kawasan sekitar Iran “untuk berjaga-jaga.”

Menurut laporan The Wall Street Journal, beberapa pesawat tempur-pembom F-15E Strike Eagle mendarat di Yordania pada 18 Januari. 

Pentagon juga dilaporkan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln, tambahan baterai rudal Patriot, serta sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke wilayah tersebut.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.