TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat Smart Air PK-SNS diduga mengalami stall saat mengudara dan kemudian jatuh mengambang di perairan dekat Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, Selasa, 27 Januari 2026.
Stall adalah kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat secara drastis karena aliran udara terpisah dari permukaan sayap akibat sudut serang (angle of attack) (AoA) yang terlalu tinggi atau kecepatan terlalu rendah.
Kondisi ini menyebabkan pesawat tidak bisa lagi terbang dan cenderung turun atau menukik.
Kepala Bandara Nabire Benyamin Noach Apituley membenarkan jatuhnya pesawat Smart Air diduga karena mengalami stall.
“Pesawat mengalami stall sesaat setelah lepas landas, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab maupun kondisi penumpang," sebutnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pesawat Smart Air jatuh pukul 12.45 WIT saat melakukan penerbangan subsidi menuju Bandara Kaimana di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Pesawat mengangkut 13 penumpang dan 2 crew atau 15 jiwa. Polres Nabire sudah menurunkan petugas ke lokasi dan saat ini melakukan evakuasi melibatkan tim gabungan.
Berdasarkan foto di lokasi, badan pesawat terlihat mengapung di perairan dekat Bandara Nabire. Lokasi jatuhnya pesawat merupakan perairan dangkal. Bagian atas pesawat tampak di permukaan pantai berair keruh.
Baca juga: Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR 42-500, Wamen KKP: Kecapekan Aja
Sebagian besar kondisi fisik pesawat dalam keadaan baik atau tidak mengalami kerusakan parah seperti pada bagian ujung sayap kanan.
Pesawat Cessna
Pesawat Smart Air yang jatuh adalah tipe pesawat Cessna 208B Grand Caravan EXdengan registrasi PK-SNS.
Pesawat ini sangat populer digunakan di Indonesia untuk menjangkau daerah terpencil atau melayani penerbangan perintis seperti di Papua karena kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di landasan pendek dan tidak beraspal.
Pesawat ini ditenagai oleh mesin turboprop yang sangat handal Pratt & Whitney Canada PT6A-140 bertenaga 867 shaft horsepower (shp).
Pesawat memiliki kapasitas 9 hingga 12 penumpang (tergantung konfigurasi kargo/penumpang).
Kecepatan terbang maksimumnya sekitar 344 km/jam (186 knots) dan jangkauan jarak tempuh hingga 1.700 km (tergantung beban dan cadangan bahan bakar).
Baca juga: BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim dan Jabar, Ribuan Kg Bahan Semai Dilepas dari Cessna
Desain sayap tinggi (high-wing) memberikan stabilitas yang baik dan visibilitas ke bawah yang luas bagi pilot maupun penumpang.
Bentang badan pesawat mencapai panjang 12,67 meter dan rentang sayap 15,88 meter dan tinggi 4,70 meter serta bisa lepas landas 3,99 kilogram.
Laporan Reporter: Yulianus Magai | Sumber: Tribun Papua