TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mengobrak-abrik Direktorat Jenderal Pajak, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menyusul penerimaan negara tidak mencapai target tahun 2025.
Penerimaan pajak sepanjang tahun 2025 Rp 1.917,6 triliun dari target Rp 2.189 triliun. Sedangkan penerimaan bea cukai tahun 2025 mencapai Rp 300,3 triliun dari target Rp 301,6 triliun.
"Jadi Pak Bimo, kita mesti kerja lebih keras lagi Bea Cukai juga kelihatannya tinggi. Bea Cukai Rp 300 triliun, masih kurangnya sedikit," ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Dirjen Pajak: Penerimaan Negara Turun 0,7 Persen, Itu Nilainya Sangat Kecil
"Jadi kita mesti kerjakan lebih baik lagi dalam hal pengumpulan pajak, sebentar lagi Bea Cukai dan pajak akan saya obrak abrik," imbuhnya menegaskan.
Obrak-abrik adalah istilah untuk membongkar atau menata ulang secara besar-besaran dan melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Bendahara negara itu menegaskan bahwa pembenahan sebenarnya sudah mulai dilakukan terutama sejak dia menjabat pada September 2025. Namun, saat itu ruang geraknya masih terbatas karena sudah mendekati tahun anggaran.
"Pak Bimo sudah ngobrak-abrik sih, karena tahun lalu saya baru masuk September kan Kalau obrak abrik bulan itu kan kita kacau masih di tahap akhir dari pengumpulan pajak," ujar Purbaya.
"Tapi saya yakin dengan perbaikan Orang-orang pajak dan Bea Cukai nanti ke depan Tax ratio kita akan meningkat dengan signifikan," sambungnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa persoalan penerimaan negara menjadi perhatian serius. Bahkan Presiden disebut siap mengambil langkah tegas apabila kinerja kedua instansi tersebut tidak menunjukkan perbaikan.
Meski begitu, Kementerian Keuangan telah berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh pada tahun 2026.
"Kalau tahun lalu kan pengumpulannya Nggak tercapai saya bisa bilang saya kan menteri baru. Tahun ini saya nggak bisa bilang saya menteri baru kalau nggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat saya sikat aja kerjanya sama pajak Bea Cukai duluan," tegas Purbaya.
"Tapi enggak kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki Kinerja kami pajak dan bea cukai juga di tahun 2026," imbuhnya.