1.004 Warga Purbalingga Masih Mengungsi Akibat Banjir Bandang Gunung Slamet, Pemulihan Jalur Dikebut
January 27, 2026 04:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Hingga Selasa (27/1/2026) pagi, sebanyak 1.004 warga masih mengungsi akibat banjir bandang yang melanda Purbalingga, Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Haprindiat mengatakan, seluruh pengungsi merupakan warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Diketahui, banjir bandang melanda Purbalingga pada Jumat (23/1/2026) malam.

Banjir bandang dari Gunung Slamet itu melanda empat desa di dua kecamatan, Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet.

"Seribuan orang masih di pengungsian," kata Revon saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa.

Baca juga: Gunung Malang Purbalingga Terisolasi Akibat Banjir Bandang Gunung Slamet, Warga Pengungsi Jalan Kaki

Dia menjelaskan, saat ini sejumlah dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Bantuan logistik dari berbagai pihak pun terus berdatangan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi warga terdampak.

BPBD Purbalingga juga telah mendirikan Posko Tanggap darurat di Balai Desa Serang sebagai sentral koordinasi.

Tidak Ada Lagi Daerah Terisolasi

Revon memastikan, tidak ada lagi daerah yang terisolasi.

Senin (26/1/2026), pihaknya telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan di wilayah terdampak yang sempat terputus, terutama di wilayah Kutabawa.

"Saya pastikan sudah tidak ada lagi daerah terisolasi," imbuhnya.

Kendati begitu, pembersihan jalan masih terus dilakukan untuk memperlancar akses mobilitas warga.

Listrik di Desa Serang dan Desa Kutabawa yang sempat padam imbas banjir bandang Gunung Slamet juga sudah menyala.

Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang di Sangkanayu Purbalingga, Warga Kaget Sungai Meluap Tengah Malam

Ratusan rumah warga rusak diterjang banjir yang membawa material tanah, pepohonan, dan bebatuan di tiga desa.

Pantauan BPBD Purbalingga, terlihat secara visual empat titik longsor di lereng Gunung Slamet.

Longsor inilah yang diduga terbawa arus dan menerjang permukiman warga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.