TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo – Jembatan limpas di Desa Wringin Anom, Kecamatan Jatibanteng, putus akibat diterjang banjir. Aparat TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga setempat untuk bergotong royong membangun jembatan darurat.
Jembatan sementara tersebut dibuat dari bahan bambu dan kayu agar akses masyarakat tidak terputus, khususnya untuk aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian warga.
Kapolsek Jatibanteng, Iptu Agus Nurahmadi, mengatakan pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas utama pascabanjir guna memulihkan mobilitas warga yang sempat terganggu.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan fasilitas umum, seperti membangun jembatan darurat ini,” ujar Iptu Agus.
Baca juga: Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir Situbondo Butuh Rp 11 Miliar
Menurutnya, kerja bakti ini bertujuan agar akses antarwilayah desa dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti sediakala.
“Dengan adanya jembatan bambu ini, aktivitas sehari-hari maupun jalur perekonomian warga tidak lagi terputus,” katanya.
Iptu Agus menambahkan, kegiatan gotong royong dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan memanfaatkan peralatan sederhana serta material bambu dan kayu yang tersedia di sekitar lokasi.
Puluhan warga tampak kompak bekerja bersama aparat sehingga jembatan darurat tersebut dapat segera difungsikan dan dilalui masyarakat.
Baca juga: Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Sudah Tiba, Bupati Situbondo: Jangan Dijual
Sementara itu, Kepala Desa Wringin Anom, Sahrudin, mengapresiasi respons cepat TNI, Polri, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan jembatan darurat tersebut.
“Kerja sama ini sangat membantu menenangkan warga kami yang sempat khawatir akan terisolasi akibat jembatan putus,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelancaran akses menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi desa pascabanjir.
“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan kegiatan ekonomi warga tetap berjalan tanpa kendala setelah bencana banjir,” pungkasnya.