Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) banyak menggunakan uang pribadi untuk membiayai perjalan dinas ke luar daerah.
Sebab, anggaran perjalan dinas yang acap disebut SPPD di Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Subulussalam, sangat kecil.
Bahkan disebut-sebut yang terkecil di seluruh daerah di Aceh.
SPPD sendiri merupakan singkatan dari Surat Perintah Perjalanan Dinas.
Lazimnya setiap SPPD ada anggarannya.
Hal itu disampaikan Sekda Subulussalam, Haji Sairun, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Kepala dan Sekretaris Inspektorat Aceh Besar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi SPPD, Langsung Ditahan
ernyataan Sairun tersebut membantah tudingan bahwa Wali Kota Subulussalam banyak menghabiskan SPPD karena sering ke luar daerah.
Menurut Sairun, dirinya selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Subulussalam perlu menyampaikan bantahan agar tidak menjadi opini liar.
"SPPD Wali Kota Tahun 2025, terkecil di seluruh kabupaten/kota se-Aceh," kata Sairun.
Lantaran kecil, menurut Sairun, perjalan dinas Wali Kota HRB ke luar daerah tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia.
Oleh karena itu, terang Sekda, Wali Kota ketika berangkat ke luar daerah tidak sepenuhnya mengharapkan anggaran perjalan dinas.
"Banyak kegiatan yang dilakukan Wali Kota di luar tidak seluruhnya mengharapkan dari SPPD," ungkap Sairun.
Baca juga: Pemangkasan Dana Transfer, Pemkab Aceh Barat Rem Perjalanan Dinas hingga Konsumsi Rapat
Kalau pun menggunakan SPPD, sebut Sairun, Wali Kota memanfaatkanya secara efisien.
Caranya yaitu satu SPPD digunakan untuk berbagai agenda secara beruntun di luar daerah, sehingga bisa menghemat anggaran.
"Dengan kondisi anggaran daerah yang belum stabil, pembiayaan wali kota di luar daerah kami yakini banyak menjadi beban wali kota sendiri," ujar Sairun.
Sementara itu, terkait wali kota sering di luar daerah, Sairun mengajak semua pihak menilai dari banyak perspektif (sudut pandang).
Dalam dunia pemerintahan, sebutnya, sekali berangkat ke luar daerah tidak serta merta hasil itu dicapai.
Sebab upaya yang dilakukan wali kota dalam melobi pembangunan di luar daerah tidak semudah membalikan telapak tangan.
Baca juga: Bupati Aceh Selatan Instruksikan SKPK Efisiensi APBK, Kurangi Perjalanan Dinas Hingga Gaji Kontrak
Sehingga semua pihak diminta bersabar dan berdoa.
Agar semua upaya yang dilakukan tahun 2025 dampaknya dapat dirasakan pada tahun-tahun mendatang.
Pada bagian lain, Sairun atas nama Pemko Subulussalam mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang memberikan kritikan konstruktif dan objektif demi terwujudnya cita-cita Subulussalam Islami, maju, dan berkelanjutan.(*)