TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Papua - Daftar nama 11 penumpang yang berada dalam pesawat Smart Air tipe Cessna 208 Caravan PK-SNS, yang mendarat darurat di Pantai Karadiri, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, akhirnya diketahui.
Seluruh penumpang dan kru pesawat dipastikan dalam kondisi selamat dan saat ini telah dievakuasi.
Insiden pesawat caravan milik Smart Air itu terpaksa mendarat darurat di Pantai Kaladiri Nabire, Papua Tengah pada Selasa (27/1/2026) siang, lantaran diduga mengalami masalah mesin.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribun-Timur.com, pesawat ini terbang dari Nabire tujuan Kabupaten Kaimana, Papua Barat dengan mengangkut 11 penumpang dan dua kru pesawat.
Namun setalah take off, pesawat yang dipiloti Capt Tania K dan copilot Bagus diduga mengalami gangguan sehingga return to base (RTB). Namun, terpaksa mendarat darurat di sekitar Pantai Kaladiri Nabire.
Kendati demikian, seluruh penumpang dilaporkan selamat dan proses evakuasi terhadap badan pesawat dan seluruh penumpang tengah dilakukan.
Kepala SAR Biak, Kundori yang dikonfirmasi membenarkan insiden kecelakaan tersebut.
"Iya benar, kejadian sekitar pukul 12.30 WIT (11.30 Wita), saat ini tim lagi upayakan untuk evakuasi pesawat," kata Kundori, Selasa.
Kundori menyebut, 11 penumpang dan dua kru pesawat dilaporkan selamat dan telah dievakuasi.
"Sementara penumpang sudah dievakuasi dan dalam keadaan selamat," katanya pungkas sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Berikut nama 11 penumpang berdasarkan manifest penumpang dan bagasi:
Kepala Pos SAR Kaimana, Silas Wopari mengungkapkan kronologis kejadian.
Silas mengungkapkan, bahwa pesawat tersebut sudah lepas landas berangkat dari Bandara Douw Nabire.
Beberapa saat kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat di bibir pantai dekat bandara.
Baca juga: Penyebab Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Pantai, Padahal Baru Take Off
“Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Nabire (NBX) menuju Kaimana (KNG). Sesaat setelah take off, pesawat mengalami gangguan pada engine,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026), seperti dikutip dari TribunPapuabarat.com.
"Karena thrust power (daya dorong) semakin turun, pilot in command (PIC) memutuskan mendarat darurat di bibir pantai Bandara Nabire."
Informasi yang sama juga disampaikan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu.
"Info awal bahwa pesawat sudah sempat take-off dari Bandara Nabire namun beberapa menit kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat namun kemudian jatuh ke laut," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.
Komandan Pos (Danpos) Basarnas Nabire, Tri Joko Lalang Buana menyebut bahwa insiden ini bukan dikategorikan sebagai kecelakaan jatuh.
Menurutnya, insiden tersebut merupakan kegagalan pendaratan yang menyebabkan pesawat keluar landasan.
“Sebenarnya itu tidak disebut jatuh, crash landing. Jadi, dia keluar dari landasan saja,” ucapnya, seperti dikutip dari TribunPapuaTengah.com.
Tri juga menyebut bahwa faktor angin kencang ikut menjadi penyebab insiden tersebut.
Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat. Seluruh korban dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah personel kepolisian bersama tim Basarnas masih bersiaga di area jatuhnya pesawat untuk mengamankan lokasi sembari membantu evakuasi barang-barang milik penumpang yang masih tertinggal di dalam kabin.