SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Upaya percepatan penanganan Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), mendapat amunisi baru. Sebanyak 60.000 saset susu formula khusus telah didistribusikan sebagai bagian dari pilot project nasional, untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan inisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Susu yang diberikan adalah formula khusus berbahan dasar susu kambing dan kurma yang dikemas dalam 1.000 dus.
"Ini salah satu program prioritas dari Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penyembuhan pasien TB Paru," ujar Amir kepada SURYA.co.id, Selasa (27/1/2026).
Setiap dus berisi 60 saset yang siap disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Susu ini berfungsi sebagai pendamping bagi pasien yang sedang mengonsumsi Obat Anti-Tuberkulosis (OAT). Sebagai proyek percontohan nasional, fokus utamanya adalah mengukur sejauh mana nutrisi tambahan dapat mempercepat proses pemulihan.
Distribusi bantuan diprioritaskan bagi pasien TB dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Setiap pasien akan mendapatkan jatah 60 saset untuk kebutuhan satu bulan.
Saat ini, distribusi ke tingkat Puskesmas telah berjalan merata di seluruh wilayah Banyuwangi.
Data terkini menunjukkan terdapat 3.000 penderita TB di Banyuwangi, didominasi oleh warga usia produktif (15-59 tahun). Selain itu, terdapat 26.000 orang yang berstatus suspek.
Dengan adanya dukungan nutrisi ini, pemerintah berharap angka kesembuhan TB di Banyuwangi yang saat ini berada di level 88 persen dapat meningkat tajam.
"Ditargetkan tingkat kesembuhan bisa meningkat menjadi 95 persen," pungkas Amir.
Jika program ini terbukti efektif, jumlah bantuan kemungkinan besar akan ditambah oleh pemerintah pusat.