Kondisi tak Baik Jalan Datu Aling Tapin Kalsel, Truk Bermuatan Lewat Sampai Terbalik
January 28, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kondisi tak baik Jalan Datu Aling Tapin Kalsel Kalsel, truk lewat sampai Terbalik

Kondisi Jalan Datu Aling yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman atau Bypass Rantau dengan Simpang Empat Jalan A Yani, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, kian memprihatinkan.

Pantauan di lapangan, Selasa (27/1/2026), permukaan jalan tampak berlubang di sejumlah titik dan dipenuhi lumpur, terutama di sisi kanan dan kiri badan jalan. 

Padahal, jalan tersebut memiliki lebar yang cukup memadai dan menjadi salah satu jalur alternatif penting bagi masyarakat.

Baca juga: Isi Curhatan Pegawai PJLP di Kotabaru Kalsel yang Dikontrak Masing-masing SKPD, Singgung Soal Gaji

Baca juga: BI Layani Penukaran Uang Rusak Terkena Musibah, Begini Caranya

Kerusakan jalan diduga akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, terutama truk bermuatan. 

Beban kendaraan yang berulang kali melintas membuat aspal terkelupas dan memunculkan lubang-lubang yang kini tergenang lumpur saat hujan.

Kondisi ini sangat dirasakan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut. 

Misran, warga Desa Pandahan, Kecamatan Tapin Tengah, mengaku terganggu saat melintas di Jalan Datu Aling karena aktivitasnya sebagai buruh tanam padi di wilayah sekitar. 

“Saya berharap jalan ini bisa segera diperbaiki. Dua hari yang lalu ada satu mobil truk bermuatan sampai terbalik,” ujar Misran. 

Ia mengaku sudah tiga hari berada di sekitar lokasi tersebut karena tengah mengerjakan penanaman padi sekitar 20 borong atau lebih dari setengah hektar lahan sawah. 

Menurut Misran, kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Banyak yang terjebak,” katanya. 

Diketahui, Jalan Datu Aling sebelumnya pernah menjadi sorotan publik. Bahkan, Bupati Tapin H Yamani sempat meninjau langsung ruas jalan tersebut pada 16 Maret 2025 lalu, menyusul keluhan warganet yang ramai disampaikan melalui media sosial. 

Saat itu, pemerintah daerah sempat melakukan penanganan darurat dengan menimbun lubang menggunakan batu kerikil. 

Namun, seiring waktu dan terus dilintasi kendaraan berat, kondisi jalan kembali rusak dan kini dinilai lebih parah dari sebelumnya. 

Warga berharap, pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan permanen agar akses penghubung dua jalan utama tersebut kembali aman dan nyaman dilalui. 

“Ini jalur penting, bukan cuma untuk warga sini, tapi juga banyak yang lewat,” pungkas Misran. 
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.