Pererat Hubungan Serumpun, Universiti Malaya Jajaki Kolaborasi dengan Pemprov Jatim
January 27, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan puluhan sivitas akademika Universiti Malaya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (27/1/2026) malam.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis antara perguruan tinggi internasional dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Momentum Kolaborasi Pendidikan dan Budaya

Kunjungan bertajuk Malang Intellectual Journey ini disambut hangat oleh Gubernur Khofifah.

Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sinergi antara kampus luar negeri dan kampus-kampus di Jawa Timur.

"Saya berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia," ujar Khofifah.

Menurutnya, program kunjungan akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.

Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memaparkan peran krusial Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh signifikan sebesar 5,22 persen (y-on-y), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.

Jawa Timur saat ini mengukuhkan posisinya sebagai Gerbang Baru Nusantara. Keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur, menjadi tulang punggung kekuatan tersebut.

Selain itu, Jatim didukung oleh 13 kawasan industri serta dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik dan Singhasari.

Moderasi Beragama dan Akar Budaya Wali Songo

Tak hanya potensi ekonomi, Khofifah juga menegaskan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan Islam moderat.

Ia menyebutkan, bahwa lima dari sembilan Wali Songo yang menyebarkan nilai-ajaran moderasi berada di Jawa Timur.

"Persaudaraan yang harmonis dan kultur yang hampir sama ini, merupakan kekuatan besar dalam membangun energi positif bagi kemajuan kedua negara," tambah Khofifah.

Apresiasi dari Universiti Malaya

Dr Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, menyampaikan apresiasi atas sambutan langsung di Gedung Negara Grahadi.

“Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih, sangat-sangat hargai kepada ibu Gubernur, semoga Allah SWT akan angkat derajat beliau,” ujarnya.

Ia mengaku terkesan dengan paparan mengenai moderasi Islam yang tetap menjadi pegangan masyarakat Jawa Timur.

“Saya kira ibu Gubernur itu sebagai satu nikmat yang Allah berikan kepada penduduk atau rakyat Jawa Timur,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.