Jalur Panyalaian Tanah Datar Telan 5 Korban Jiwa, Petugas Gabungan Siapkan Jalur Penyelamat Khusus
January 28, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Jalur Pendakian Panyalaian yang berada di Nagari Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan instansi terkait.

Jalur lintas nasional ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan bertonase besar.

Kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam dengan tikungan ekstrem kerap menyebabkan sistem pengereman kendaraan mengalami panas berlebih hingga berujung pada rem blong. Kondisi tersebut membuat Jalur Panyalaian berulang kali menjadi lokasi kecelakaan fatal.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Korlantas Polri, Dinas Perhubungan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat guna mengungkap penyebab kecelakaan terbaru di jalur tersebut.

“Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan tim BPTD, ditemukan adanya fungsi rem trailer yang tidak berfungsi. Namun kami masih menunggu hasil investigasi tertulis dari BPTD untuk disampaikan secara resmi,” kata AKP Pifzen Finot, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Gerindra Semprot Wali Kota Padang, Sebut Gagal Atasi Krisis Air Bersih, Minta Hentikan Pencitraan

Ia menjelaskan, kecelakaan tersebut mengakibatkan lima korban meninggal dunia. Para korban terdiri dari satu orang sopir kendaraan serta empat warga lainnya, yakni tiga warga Nagari Panyalaian dan satu warga Bukittinggi.

Empat korban telah dimakamkan, sementara satu korban lainnya, yakni sopir truk, masih menunggu proses pemulangan jenazah oleh pihak keluarga dari Medan.

Finot menegaskan, peristiwa kecelakaan di Jalur Panyalaian bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, kepolisian bersama lintas sektor menilai perlu adanya penanganan menyeluruh dan berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Setelah olah TKP, kami melaksanakan forum diskusi bersama tim Korlantas, Ditlantas, serta unsur terkait lainnya, baik dari Pemerintah Kota Padang Panjang maupun Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.

Dari hasil forum diskusi tersebut, lanjut Finot,  disepakati sejumlah rekomendasi strategis sebagai langkah antisipasi. Salah satu langkah utama adalah pembentukan pos terpadu di kawasan Jalur Panyalaian yang akan melibatkan unsur Kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta BPTD.

Baca juga: 11 KK Mulai Tempati Hunsela Kapalo Koto Padang, Korban Banjir Bandang Pindah Sejak Selasa Sore

Selain itu, pihak terkait juga merekomendasikan pembangunan jalur keselamatan dan jalur penyelamat bagi kendaraan yang mengalami gangguan teknis, khususnya kendaraan berat yang berpotensi mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun.

Tak hanya itu, fasilitas tempat istirahat khusus bagi sopir juga akan disiapkan di kawasan atas jalur tersebut, tepatnya di sekitar Aie Angek Cottage hingga kawasan Kelok Hantu.

Fasilitas ini ditujukan bagi pengemudi bus maupun truk besar agar dapat berhenti sejenak saat merasakan tanda-tanda panas pada sistem pengereman.

“Nanti sopir yang merasa ada indikasi rem panas bisa beristirahat terlebih dahulu sampai kondisi kendaraan kembali aman, baru melanjutkan perjalanan ke bawah,” jelasnya.

Finot menambahkan, seluruh rekomendasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem Sumbar Pagi Ini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Padang hingga Pariaman

Meski demikian, pihaknya berharap upaya pencegahan dapat segera direalisasikan mengingat tingginya risiko kecelakaan di jalur tersebut.

“Ini merupakan rekomendasi tim dan diupayakan secepat mungkin untuk dilaksanakan, agar kejadian kecelakaan yang berulang di Jalur Panyalaian dapat ditekan,” pungkasnya.

Kecelakaan Beruntun di Panyalaian

Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025) pagi.

Insiden maut tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini terdiri dari truk trailer, truk box, Honda Vario, dan dua sepeda motor yang sedang terparkir di pangkalan ojek.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di ruas jalan menurun dengan kondisi aspal baik, cuaca cerah, dan pandangan tidak terhalang.

Baca juga: Selain Tabrak Kendaraan, Truk Trailer Rem Blong di Panyalaian Juga Hantam Dua Orang di Warung

KECELAKAAN BERUNTUN- Petugas Satlantas Polres Padang Panjang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025).
KECELAKAAN BERUNTUN- Petugas Satlantas Polres Padang Panjang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025). (Dokumentasi/Polres Padang Panjang)

“Peristiwa bermula dari satu unit truk trailer yang diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang,” ujar Finot.

Truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang dikemudikan Bandes H.T Sihaloho (37), warga Medan, menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang dikemudikan Zulfia (40), warga Palupuh.

Benturan tersebut kemudian membuat truk box menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD yang dikendarai Yan Rahmad Fajri (32) dengan penumpang Elfi Febriyanti (42).

Rangkaian tabrakan berlanjut hingga menghantam pangkalan ojek di tepi jalan, yang saat itu terdapat pejalan kaki Dian Febri (35) serta dua sepeda motor yang sedang terparkir. Truk box kemudian terbalik di sisi kiri jalan.

Baca juga: Kampus Dinilai Rentan Disusupi Paham Radikal, LLDIKTI Wilayah X Gandeng Densus 88 Berikan Pemahaman

Sementara itu, truk trailer yang masih melaju tidak terkendali kembali menabrak dua pejalan kaki, Jefrizal (37) dan Alfizar (51), yang berada di sebuah warung di sisi kiri jalan.

Kendaraan tersebut akhirnya menghantam warung milik warga bernama Aris dan terbalik di pekarangan rumah warga.

“Akibat kejadian ini, lima orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Finot.

Kelima korban meninggal dunia masing-masing adalah Bandes H.T Sihaloho (37) yang merupakan pengemudi truk trailer, Yan Rahmad Fajri (32) pengendara sepeda motor, Dian Febri (35), Alfizar (51) dan Jefrizal (37) yang merupakan pejalan kaki.

Sementara korban luka-luka terdiri dari Zulfia (40) pengemudi truk box, Bujang (75) pemilik warung di lokasi kejadian, Elfi Febriyanti (42) penumpang sepeda motor dan Agustiawarman (39) selaku kernet truk trailer.

Baca juga: Kronologi Laka Maut Panyalaian, Kapolres: Truk Pupuk Rem Blong Tewaskan 5 Orang dan Hantam Warung

Seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada dua unit truk, tiga sepeda motor, serta beberapa bangunan warung milik warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkasnya.

Kronologi Laka Beruntun, Berawal dari Truk Trailer Alami Rem Blong

KECELAKAAN BERUNTUN - Warga menyaksikan kondisi sebuah truk yang terbalik dan menabrak bangunan di kawasan Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026). Kecelakaan beruntun yang diduga dipicu rem blong tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan kerusakan parah di lokasi kejadian.
KECELAKAAN BERUNTUN - Warga menyaksikan kondisi sebuah truk yang terbalik dan menabrak bangunan di kawasan Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026). Kecelakaan beruntun yang diduga dipicu rem blong tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan kerusakan parah di lokasi kejadian. (TribunPadang.com/ist)

Kapolres Padang Panjang, AKBP Wisnu Hadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah truk trailer bermuatan pupuk yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan kecepatan tinggi.

“Ada kendaraan trailer yang membawa pupuk dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan posisi rem tidak terkendali atau rem blong dengan kecepatan tinggi menyenggol mobil box,” ujar Wisnu melalui keterangan resminya.

Akibat senggolan tersebut, mobil box terguling dan kemudian menabrak sepeda motor jenis Supra yang berada di jalur yang sama.

Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka

Peristiwa itu menyebabkan pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Kemudian mobil box tersebut terguling dan menyenggol pengendara sepeda motor jenis Supra sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” lanjutnya.

Tidak berhenti di situ, mobil box yang terguling juga menabrak sepeda motor jenis Honda Vario. Insiden tersebut kembali menimbulkan korban jiwa.

“Selain menabrak sepeda motor jenis Supra, mobil box tersebut menabrak sepeda motor jenis Vario yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Jadi ada dua pengendara sepeda motor yang menjadi korban,” kata Wisnu.

Setelah menyenggol mobil box, truk trailer tersebut masih melaju dalam kondisi tidak terkendali hingga akhirnya menghantam sebuah warung di pinggir jalan.

Baca juga: Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun

“Kemudian setelah menyenggol mobil box tersebut, truk trailer tersebut menabrak dua orang yang sedang berada di warung. Karena posisinya kemudi tidak terkendali sehingga membanting ke kiri mengenai warung, yang mengakibatkan menabrak dua masyarakat yang ada di warung, dan kedua korban meninggal dunia,” jelasnya.

Sopir Truk Trailer Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Truk trailer tersebut akhirnya terbalik di depan rumah warga. 

Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan pengemudi truk trailer dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Kemudian truk trailer tersebut terbalik di depan rumah masyarakat. Pada saat dilakukan olah TKP ditemukan pengemudi truk trailer tersebut meninggal dunia di tempat,” Wisnu.

Berdasarkan data sementara, total korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan beruntun tersebut berjumlah lima orang, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.

“Sehingga total korban jiwa meninggal sebanyak lima orang dan empat orang luka. Semua korban dibawa sebagian ke RSUD dan RS Yarsi,” tuturnya.

Baca juga: Tak Ingin Bergantung Mobil Tangki Air, Warga Kuranji Padang Desak Revitalisasi Sungai Segera

Wisnu menambahkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman pada truk trailer bermuatan pupuk tersebut.

“Dugaan sementara kecelakaan disebabkan karena truk trailer yang membawa muatan pupuk mengalami rem blong,” pungkasnya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.