TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional — Pemerintah Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang mengumumkan pelaksanaan latihan militer tembak langsung di wilayah udara dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di Teluk Persia.
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya kehadiran aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yang semakin memicu eskalasi ketegangan geopolitik regional.
Area latihan mencakup ruang udara dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki.
Baca juga: Harga Emas Global Meroket Lagi, Sudah Tembus Rp2,7 Juta per Gram gara-gara Investor Cari Aman
Selama periode tersebut, wilayah udara terkait ditetapkan sebagai area berbahaya (dangerous area), sehingga penerbangan sipil maupun militer akan dibatasi dan diwajibkan mengikuti aturan lalu lintas udara yang berlaku secara ketat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut yang sangat vital bagi perdagangan global. Setiap harinya, jutaan barel minyak mentah melintasi selat ini menuju pasar internasional.
Setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi mengguncang pasar energi dunia dan meningkatkan ketegangan geopolitik secara signifikan.
Peringatan penerbangan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan, yang menurut sejumlah pengamat bertujuan menunjukkan kemampuan pengerahan cepat serta dukungan militer kepada sekutu-sekutunya.
Baca juga: Ahok Ngaku Menangis di Sidang, Bongkar Pencopotan Direksi Pertamina
Pejabat Washington secara terbuka menyatakan bahwa semua opsi masih dipertimbangkan dalam menghadapi Iran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Pernyataan ini menambah kekhawatiran akan potensi konflik terbuka di kawasan Teluk.
Menanggapi hal tersebut, pejabat Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh.
Otoritas Iran juga mengimbau seluruh penerbangan sipil dan militer agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan penerbangan selama latihan berlangsung.
Selat Hormuz kembali ditegaskan sebagai jalur vital perdagangan global dan pengiriman minyak, dengan sekitar sepertiga pasokan minyak dunia melewati kawasan ini.
Para ahli memperingatkan bahwa setiap aktivitas militer atau gangguan di wilayah tersebut dapat memicu fluktuasi tajam harga minyak di pasar internasional.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara tegas menyatakan bahwa kapal-kapal Amerika Serikat yang memasuki perairan teritorial Iran akan menjadi sasaran serangan.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa keputusan perang tidak akan ditentukan oleh pernyataan politik, melainkan oleh kondisi di lapangan.
Pejabat Iran kembali menekankan bahwa respons terhadap setiap bentuk agresi akan bersifat langsung dan komprehensif, menandai kesiapan militer Teheran menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.
(*)