TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polres Metro Jakarta Pusat menindaklanjuti kasus dugaan es gabus berbahan spons dengan memeriksa pabrik rumahan tempat produksi dagangan Suderajat (49).
Suderajat diketahui merupakan pedagang es gabus yang sempat dituduh aparat menggunakan bahan tidak layak konsumsi.
Pemeriksaan dilakukan di pabrik es rumahan yang berlokasi di wilayah Depok.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan hasil sementara dari pengecekan tersebut.
Menurut Roby, hingga kini pihak kepolisian belum menemukan kejanggalan dalam proses pembuatan es gabus.
Ia menjelaskan bahwa bahan dan tahapan produksi yang diperlihatkan pihak pabrik masih tergolong wajar.
"Pabrik di Depok. Untuk saat ini kita tidak melihat hal yang aneh. Komposisi yang disampaikan dan cara membuat yang disampaikan oleh pabrik es itu masih terlihat normal atau makanan biasa," ujar Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, Roby menegaskan bahwa kesimpulan akhir belum bisa ditarik.
Hal itu lantaran polisi masih menunggu hasil uji laboratorium secara resmi.
"Kita tidak bisa menyimpulkan karena menunggu hasil (pemeriksaan laboratorium)," katanya.
Baca juga: Penjual Es Kue di Bogor yang Difitnah Hidup Susah, Tinggal di Rumah Reyot, Kini Dibantu Dedi Mulyadi
Ia menambahkan, saat ini kepolisian masih menanti hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Laboratorium Forensik Polri.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kandungan atau zat yang terdapat dalam es gabus milik Suderajat.
Sebagai informasi, Suderajat adalah pedagang asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, ia sempat dituduh menjajakan es gabus berbahan spons oleh aparat.
Namun hasil pemeriksaan awal dari Security Food Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan dagangannya aman dikonsumsi.
Roby juga mengungkapkan bahwa saat pemeriksaan terhadap Suderajat pada Sabtu (24/1/2026), polisi sempat menanyakan langkah antisipasi jika hasil uji lanjutan berbeda.
"Kita kan belum tahu ya hasilnya nanti keluarnya apa dari Labfor maupun dari Dinas Kesehatan. Misalnya ternyata ada kandungan yang tidak pantas dijual. Kemarin Pak Sudrajat katanya mau jualan yang lain," jelas Roby.
Ia menyebut Suderajat telah menyiapkan alternatif usaha jika diperlukan.
"Lain itu apa? Gorengan atau telur gulung gitu-gitu. Kalaupun memang itu, nanti kita akan dampingi, bantu untuk Pak Suderajat bisa menjual yang tadi dia sampaikan," tambahnya.
Baca juga: Hasil Lab Aman, Sebagian Oknum Aparat yang Aniaya Suderajat Penjual Es Gabus Belum Meminta Maaf
Kasus ini bermula dari laporan warga terkait dugaan es gabus berbahan spons di Kemayoran.
Pelapor bernama M. Arief Fadillah (43), warga Utan Panjang III, Kemayoran, menyampaikan laporan melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam laporannya, ia menyebut es yang dibeli diduga mengandung Polyurethane Foam atau PU Foam.
Bahan tersebut diketahui biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons pencuci.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Reskrim Polsek Kemayoran bersama Dokpol Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan lapangan.
Hasil pemeriksaan awal memastikan seluruh sampel dagangan Suderajat, termasuk es gabus, es kue, agar-agar, dan coklat meses, dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
(Tribunnewsmaker.com/ Kompas.com)