BANGKAPOS.COM -- Marsha Chikita Fawzi atau akrab disapa Chiki Fawzi mendadak dicopot dari petugas haji 2026.
Padahal Chiki diketahui tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 berbasis semi militer yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Pelatihan tersebut berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 dan dijadwalkan hingga 30 Januari 2026.
Chiki menjalani seluruh tahapan pelatihan tanpa perlakuan khusus meskipun dikenal publik.
Namun impian Chiki untuk melayani petugas haji 2026 kandas setelah dirinya dicopot secara mendadak.
Baca juga: Sosok dan Kekayaan Kombes Abdul Waras, Kapolres Metro Depok Beri Suderajat Morot, Punya Utang Segini
Kondisi ini membuat rencana besar Chiki untuk menunaikan ibadah haji sambil melayani para jemaah harus tertunda.
Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali.
Dalam video itu, Chiki menyampaikan perasaannya dengan nada tenang, meski tak menampik adanya rasa sedih dan kecewa.
Bagi Chiki, menjadi petugas haji bukan sekadar tugas administratif atau perjalanan spiritual semata. I
Ia menyebut peran tersebut sebagai salah satu impian terbesarnya yang telah dipendam dan dipersiapkan secara serius selama kurang lebih tiga tahun terakhir, baik dari sisi fisik, mental, maupun spiritual.
“Jujur sedih banget karena one of my biggest dream itu jadi petugas haji, melayani tamu-tamu Allah,” ungkapnya.
Meskipun terkejut, Chiki Fawzi berusaha menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Ia mengakui perasaan sedih dan kecewa, tetapi tidak ingin memperpanjang polemik.
Bagi Chiki, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses hidup yang harus dijalani dengan sikap dewasa.
Ia mengungkapkan bahwa menjadi petugas haji adalah salah satu impian terbesarnya. Keinginan itu telah ia simpan dan persiapkan secara serius sejak 3 tahun terakhir, baik dari sisi mental maupun fisik.
Baca juga: Sosok Erwin Istri Pertama Capt Andy Dahananto Pilot Pesawat ATR 42-500, dari Keluarga Militer
"Jujur sedih banget karena one of my biggest dream itu jadi petugas haji," ujarnya.
Menurut Chiki Fawzi, tugas sebagai petugas haji bukan hanya tentang perjalanan spiritual semata.
Ia memandang peran tersebut sebagai ruang belajar untuk melatih keikhlasan, kesabaran, dan makna pengabdian kepada sesama.
Sebagaimana calon petugas haji lainnya, Chiki mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 berbasis semi militer yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak pertengahan Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Dalam diklat tersebut, Chiki menjalani seluruh tahapan pelatihan tanpa perlakuan khusus, meskipun dikenal publik.
Baca juga: Kronologi Heri dan Aiptu Ikhwan, Oknum TNI Polri Paksa Suderajat Penjual Es Gabus Makan Dagangannya
Ia tinggal di asrama bersama peserta lain, satu kamar berisi enam orang, dan mengikuti jadwal ketat sejak dini hari.
Setiap hari, peserta diklat diwajibkan bangun pukul 04.00 WIB untuk salat Subuh berjemaah, dilanjutkan apel pagi, senam, jalan santai, hingga kelas materi teknis pelayanan jemaah yang berlangsung seharian penuh.
Pelatihan fisik seperti baris-berbaris, pembentukan disiplin, hingga pembinaan mental menjadi bagian utama diklat.
Selain itu, peserta juga dibekali materi fikih haji, psikologi jemaah, bahasa Arab dasar, serta tugas dan fungsi pelayanan.
Chiki bahkan mengungkapkan tantangan tersendiri dalam menghafal yel-yel, mars PPIH, dan lagu-lagu penyemangat, yang harus dikuasai seluruh peserta.
Namun, ia menyebut kebersamaan dan solidaritas antarpetugas membuat proses berat tersebut terasa bermakna.
Melalui unggahan media sosialnya, Chiki kerap membagikan aktivitas diklat, mulai dari apel pagi, lari bersama, hingga kelas-kelas intensif.
Baca juga: Sosok Kombes Pol Jermias Rontini, Kapolda Papua Tengah Pengganti Brigjen Alfred Papare, Akpol 1996
Ia menyebut proses tersebut sebagai penempaan fisik dan mental agar petugas siap menghadapi beratnya tugas di Tanah Suci.
Chiki mengakui keputusan tersebut membuatnya sedih dan kecewa, mengingat ia telah mempersiapkan diri secara serius selama tiga tahun terakhir.
Namun, ia memilih untuk menerima keadaan dengan lapang dada dan tidak memperpanjang polemik.
Bagi Chiki, berhaji—baik sebagai jemaah maupun petugas—adalah panggilan Tuhan. Ia menyadari bahwa manusia hanya bisa merencanakan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.
“Jujur sedih banget karena ini salah satu mimpi terbesar aku. Tapi aku percaya, kalau belum dipanggil sekarang, mungkin Allah punya waktu yang lebih tepat,” ucapnya.
Meski gagal berangkat sebagai petugas haji tahun ini, Chiki tetap menyampaikan doa bagi seluruh jemaah dan petugas haji 2026 agar ibadah berjalan lancar dan amanah dana umat dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Ia juga meminta doa agar suatu hari kelak kembali mendapatkan kesempatan untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci—beribadah sambil melayani jemaah, seperti mimpi yang sejak lama ia simpan.
Keputusan mendadak tersebut menimbulkan perhatian publik, mengingat Chiki telah dinyatakan lolos seleksi, mengikuti diklat intensif, dan tengah bersiap menjalankan tugas resmi negara.
Nama Chiki Fawzi tentu tak asing lagi di dunia hiburan. Anak bungsu Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini mewarisi seni dari kedua orang tuanya.
Ikang Fawzi dan Marissa Haque memiliki dua anak yang bernama Isabella Fawzi dan Chiki Fawzi.
Chiki Fawzi adalah anak kedua Ikang Fauzi dan Marissa Haque.
Lahir di Jakarta, 28 Januari 1989, nama lengkapnya Marsha Chikita Fawzi
Ia memiliki seorang kakak perempuan yaitu Isabella Fawzi yang tak kalah populer.
Keduanya selalu terlihat kompak saat diundang ke televisi.
Bedanya, Isabella kini aktif dalam bidang kecantikan dan memasak, sedangkan Chiki lebih aktif di dunia televisi dan gemar menggambar.
Chiki identik dengan pribadi yang ceria dan kerap tampil menggunakan pakaian warna-warni.
Marsha Chikita Fawzi yang lebih dikenal sebagai Chiki Fawzi adalah seorang animator, penyanyi, seniman dan aktris asal Indonesia.
Chiki mengawali kariernya sebagai seorang animator, kala itu ia menyelesaikan pendidikannya di Multimedia University di Selangor, Malaysia.
Kemudian Chiki magang di Les’Copaque Production dan terlibat dalam pembuatan animasi Upin & Ipin.
Pada 2010, dia ditawari menjadi pegawai tetap di perusahaan itu. Dua tahun kemudian, Chiki pulang ke Indonesia. Bekerja sama dengan lima temannya, Chiki Fawzi mendirikan Monso House, sebuah perusahaan animasi indenpenden.
Tidak hanya itu, Chiki juga memiliki bakat dalam bidang seni rupa. Pasalnya ia kerap diminta untuk membuat sebuah lukisan mural.
Untuk karier bernyanyi, Chiki memulai debutnya pada 2016 yang bertajuk Dimulai dari Mimpi, yang berisi delapan daftar lagu.
Selain itu ia juga telah merilis tiga singel, yakni “Bulan di Telinga” (2016), “Halo Jelita” (2019), dan “Belukar Dunia” (2019).
Tidak sampai di situ, Chiki juga melebarkan sayapnya di dunia layar lebar. Ia membintangi film berjudul 99 Nama Cinta (2019).
Chiki juga tampil di sejumlah program televisi yang tayang di NET seperti Muslim Travelers dan Halal Living.
Tidak hanya itu, Chiki juga memiliki bakat dalam bidang seni rupa. Pasalnya ia kerap diminta untuk membuat sebuah lukisan mural.
Untuk karier bernyanyi, Chiki memulai debutnya pada 2016 yang bertajuk Dimulai dari Mimpi, yang berisi delapan daftar lagu.
Selain itu ia juga telah merilis tiga singel, yakni “Bulan di Telinga” (2016), “Halo Jelita” (2019), dan “Belukar Dunia” (2019).
Tidak sampai di situ, Chiki juga melebarkan sayapnya di dunia layar lebar.
Ia membintangi film berjudul 99 Nama Cinta (2019).
Chiki kini juga menjadi brand ambassador salah satu brand makeup halal di Indonesia.
(Bangkapos.com/Grid.id/Wartakotalive.com)