Daftar Keluarga Presiden Prabowo di Kursi Pemerintahan: Rumor Menlu di Tengah Isu Reshuffle Kabinet
January 28, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, - Isu perombakan atau reshuffle kabinet yang tengah berembus kencang menyeret nama Budisatrio Djiwandono ke dalam bursa calon Menteri Luar Negeri (Menlu).

Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang kini menjabat Ketua Fraksi Gerindra itu santer dikabarkan akan menggantikan posisi Sugiono di kursi diplomat nomor satu RI.

Rumor ini semakin mempertegas dominasi keluarga besar Djojohadikusumo di posisi strategis pemerintahan, menyusul langkah saudaranya, Thomas Djiwandono, yang baru saja terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 27 Januari 2026.

Selain duo Djiwandono, eksistensi keluarga Presiden juga diperkuat oleh Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto yang kini memimpin Komisi IV DPR RI.

Meski sempat diwarnai mundurnya Rahayu Saraswati dari kursi parlemen pada September 2025 akibat pernyataan kontroversial, pengaruh politik keluarga ini tetap kokoh melalui rekam jejak panjang di bawah naungan partai berlambang burung garuda.

Baca juga: DAFTAR Nama 7 Menteri Diprediksi Akan Diganti Presiden Prabowo Saat Reshuffle Kabinet Jilid 5

Fenomena ini pun memicu diskusi publik mengenai perpaduan antara profesionalisme rekam jejak dan pengaruh politik keluarga dalam stabilitas pemerintahan baru.

Berikut daftar keluarga Presiden Prabowo di kursi pemerintahan:

1. Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto)

 Penampilan Titiek Soeharto saat pelantikan anggota DPR. (Kolase Instagram)
 MANTAN ISTRI PRESIDEN - Penampilan Titiek Soeharto saat pelantikan anggota DPR RI. Titiek merupakan mantan istri Prabowo Subianto, hubungan keduanya masih terjalin baik. Kini Titiek menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024-2029. (Kolase Instagram/gerindra.id)

Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 14 April 1959.

Dikutip dari laman dpr.go.id, Titiek merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) tahun 1985.

Meskipun Titiek merupakan mantan istri Prabowo Subianto, hubungan keduanya masih terjalin baik hingga saat ini.

Titiek yang awalnya merupakan politisi Golkar, memutuskan pindah ke partai Prabowo, Gerindra, pada 2023.

Setelahnya, Titiek maju sebagai calon anggota DPR RI lewat Gerindra untuk daerah pemilihan (dapil) DI Yogyakarta.

Saat ini, Titiek menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024-2029.

Baca juga: 10 Menteri Dinilai Berkinerja Minus, Prabowo Ditantang Reshuffle Bahlil dan Zulhas Februari 2026 Ini

Karier Titiek di DPR RI sudah dimulai sejak 2014, di mana kala itu ia menjadi wakil rakyat dari Fraksi Golkar.

Di periode yang sama, Titiek terpilih menjadi Ketua Komisi IV DPR RI.

Kemudian, pada 2017, Titiek menjadi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).

Sebelum bergabung dengan Gerindra pada 2024, Titiek termasuk orang penting di Golkar, partai yang didirikan sang ayah, Soeharto, bersama tokoh-tokoh militer Angkatan Darat (AD).

Titiek tercatat pernah menjadi Ketua Bidang Pertanian dan Nelayan DPP Golkar (2012), Wakil Ketua Umum DPP Golkar (2014), Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar (2016), dan Wakil Ketua Koordinator Bidang Pertama DPP Golkar (2018).

Sementara, setelah bergabung dengan Gerindra, Titiek dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina.

2. Budisatrio Djiwandono

KELUARGA PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo Subianto (KIRI) dan Budisatrio Djiwandono (KANAN) yang diunggah di Instagram @budisatriodjiwandono pada 29 Feburari 2024. Keponakan Prabowo, Budisatrio, masuk bursa Menteri Luar Negeri (Menlu) di tengah isu reshuffle kabinet.
KELUARGA PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo Subianto (KIRI) dan Budisatrio Djiwandono (KANAN) yang diunggah di Instagram @budisatriodjiwandono pada 29 Feburari 2024. Keponakan Prabowo, Budisatrio, masuk bursa Menteri Luar Negeri (Menlu) di tengah isu reshuffle kabinet. (Instagram/Budisatrio Djiwandono)

Budisatrio Djiwandono lahir pada 25 September 1981 di Jakarta, merupakan anak dari pasangan Joseph Sudrajad Djiwandono dan kakak Prabowo Subianto, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.

Budisatrio merupakan adik dari Thomas Djiwandono, mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Artinya, Budisatrio juga keponakan dari Prabowo.

Dikutip dari laman Fraksi Gerindra, Budisatrio menempuh pendidikan SMA di Berskhire School, Amerika Serikat (AS).

Budisatrio kemudian melanjutkan kuliah di Clark University AS dengan mengambil fokus Hubungan Pemerintah dan Internasional.

Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan organisasi sayap Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (2008-2016).

Baca juga: DAFTAR 28 Perusahaan di Aceh, Sumbar, Sumut Dicabut Izin Usaha Oleh Prabowo Imbas Banjir Sumatera

Dari TIDAR, Budisatrio dipercaya menjadi Ketua Bidang Investasi dan Pasar Modal Gerindra (2012) dan ditunjuk sebagai Ketua DPD Gerindra Provinsi Kalimantan Utara (2015-2018).

Pada 2020, Budisatrio bergabung menjadi anggota Dewan Pembina DPP Gerindra (2020-2025) dan Ketua Bidang Pertanian DPP Gerindra (2020-2025).

Budisatrio juga aktif di organisasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

Di Perbasi, Budisatrio pernah menjabat sebagai Bendahara Umum (2015-2016) dan Sekretaris Jenderal (2016-2019).

Budisatrio juga menjabat sebagai Ketua Umum untuk organisasi Pemuda Tani Indonesia (2021-2025).

Selain aktif di dunia politik, Budisatrio juga memiliki pengalaman luas di sektor bisnis dan menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan, yaitu:

- Wakil Direktur Utama PT Nusantara Energy;

- Wakil Direktur Utama PT Kertas Nusantara;

- Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi;

- Direktur Utama PT Kurnia Tidak Abadi;

- Komisaris PT Satrio Putra Tidar.

Di DPRI RI, Budisatrio telah meniti karier sejak 2019, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPR RI dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Sebelumnya, Budisatrio menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (2019-2024).

Baru-baru ini, nama Budisatrio diisukan masuk bursa Menteri Luar Negeri (Menlu) di tengah isu reshuffle kabinet, dan disebut akan menggantikan posisi Sugiono.

3. Thomas Djiwandono

Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Thomas Djiwandono, seusai menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).
Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Thomas Djiwandono, seusai menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta, Thomas Djiwandono merupakan politisi Gerindra partai yang didirikan oleh pamannya, Prabowo Subianto.

Ibunda Thomas, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak Prabowo.

Ayah Thomas, Soedrajad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Thomas adalah lulusan S1 Bidang Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS, tahun 1995.

Setelahnya, Thomas melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.

Baca juga: 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Resmi Diserahkan ke Tukang Becak Lansia di Banyuwangi

Thomas mengawali kariernya sebagai wartawan magang di majalah Tempo 1993.

Setahun setelahnya, Thomas menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.

Dari media, Thomas "balik arah" menjadi analisis di Whetlock Natwest Securities Hong Kong.

Thomas juga pernah berkarier di Castle Asia pada 1999, menjadi konsultan, dan setelahnya bergabung dengan Comexindo Internasional.

Di perusahan itu, Thomas menduduki jabatan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, dan CEO.

Thomas juga dipercaya menjadi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, pada 2011-2024.

Setelah bergabung dengan Gerindra, Thomas dipercaya menjadi Bendahara partai.

Thomas diketahui pernah maju sebagai caleg di Kalimantan Barat, dan memiliki peranan penting ketika Prabowo maju Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa.

Ayah tiga anak ini dipercaya mengurus kebutuhan logistik bagi tim sukses (timses) Prabowo-Hatta yang diberi nama Koalisi Merah-Putih (KMP).

Di akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Thomas dilantik menjadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.

Jabatan itu kembali diemban setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI dan melantiknya pada 21 Oktober 2024.

Pada 27 Januari 2026, nama Thomas terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), mengalahkan dua pesaingnya, Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.