Kebakaran Kapal Terus Berulang, Amsakar Minta Disnaker Beri Teguran Keras ke PT ASL Batam
January 28, 2026 06:44 PM


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, angkat bicara terkait kebakaran kapal di Batam yang kembali terjadi di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Minggu (26/1/2026) lalu.

Insiden kebakaran kapal tersebut terjadi di atas Kapal Elsa Regent di Jetty MClane, Blok D, pada Minggu (25/1/2026).

Kebakaran kali ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut menambah daftar panjang insiden serupa yang sebelumnya terjadi pada Juni dan Oktober 2025 di PT ASL Shipyard Batam, yang merenggut belasan nyawa pekerja.

Menanggapi kejadian berulang itu, Amsakar meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) segera turun ke lapangan dan memberikan teguran keras kepada manajemen PT ASL.

“Saya minta Disnaker langsung turun ke lokasi dan memberikan peringatan keras. Waktunya tidak lama, maksimal tiga hari,” kata Amsakar, Rabu (28/1/2026).

Ia mengatakan, sektor industri dengan tingkat risiko tinggi seperti galangan kapal dan industri kimia seharusnya memiliki standar keselamatan kerja yang ketat.

Amsakar menegaskan Pemerintah Kota Batam telah memberikan perhatian khusus dengan menyesuaikan Upah Minimum Sektoral bagi pekerja di sektor tersebut.

“Ini bentuk atensi pemerintah. Tapi tentu harus diimbangi dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang benar,” ujarnya.

Amsakar mengungkapkan, pihaknya sebelumnya juga telah meninjau langsung PT ASL usai insiden kebakaran terdahulu. 

Saat itu, perusahaan menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kejadian serupa kembali terulang.

“Setelah Musrenbang di Lubuk Baja kemarin, saya langsung minta Pak Kadisnaker mengecek ke lokasi. Kenapa persoalan seperti ini bisa terus berulang?,” kata Amsakar.

Ia mengimbau agar manajemen perusahaan benar-benar menjalankan tata kelola kerja sesuai regulasi K3 yang berlaku, demi keselamatan para pekerja.

Saat ditanya mengenai kemungkinan evaluasi hingga pencabutan izin oleh BP Batam, Amsakar belum memberikan jawaban tegas.

“Biar dicek dulu oleh Disnaker,” ucapnya singkat.

Sementara itu, kebakaran kapal diketahui melibatkan Kapal Elsa Regent milik PT Elnusa Trans Samudera, yang saat kejadian tengah bersandar di Jetty MClane, PT ASL Shipyard Batam.

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan bahwa kapal tersebut dalam kondisi tidak beroperasi.

“Tidak ada aktivitas, tidak ada aliran listrik, dan tidak ada kegiatan apa pun di kapal itu,” kata Bayu saat ditemui di Mapolsek Batu Aji.

Bayu menyebutkan, dugaan awal kebakaran dipicu kabel tembaga di deck paling atas kapal yang terbakar akibat paparan panas matahari. 

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.

Bayu juga menjelaskan, Kapal Elsa Regent telah terparkir di lokasi tersebut selama kurang lebih lima tahun. 

Ia membantah informasi yang menyebutkan adanya muatan minyak mentah di dalam kapal, yang sebelumnya sempat beredar.

“Saat olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), tidak ditemukan minyak mentah. Yang ada hanya kabel-kabel tembaga di bagian atas kapal,” kata Bayu.

Terkait kepemilikan kapal dan kemungkinan kaitannya dengan Pertamina sebagai BUMN, pihak kepolisian mengaku masih mendalami informasi tersebut.

“Kapal ini dulunya digunakan untuk keperluan survei dan eksplorasi, termasuk pemasangan jaringan kabel,” kata Bayu. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.