Mahasiswa UMS Mengajar dan Kenalkan Budaya Indonesia di Thailand
Universitas Muhammadiyah Suraka January 28, 2026 03:59 PM
SURAKARTA - Sebanyak delapan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan (UMS) melaksanakan KKN Dik di dua sekolah, yaitu Yanyawit School dan Santi Witya Serong School, Thailand. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 13 Januari hingga 6 Februari 2026, dengan fokus pada bidang pendidikan dan pengembangan siswa sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjalankan beberapa program kerja utama. Program pertama adalah senam mingguan dengan iringan lagu-lagu Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa sekaligus mengenalkan budaya Indonesia. Program kedua berupa kegiatan outbound untuk siswa sekolah dasar yang dirancang secara edukatif dengan mengintegrasikan empat mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, Matematika, dan Olahraga.
Kegiatan KKN ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd. Tim KKN sendiri diketuai oleh Flora dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan anggota Asyifa (PBI), Aprilliana (PBI), Nuha (PBI), Romy Adistia (Pendidikan Jasmani), Istiqomah (Pendidikan Jasmani), Nabila Dzaki Nafisah (Pendidikan Matematika), dan Vica Helzi (Pendidikan Matematika).
Pengajaran Bahasa Inggris di Santi Witya Serong School
zoom-in-whitePerbesar
Pengajaran Bahasa Inggris di Santi Witya Serong School
Flora menyebutkan, kegiatan lain yang dilaksanakan mahasiswa berupa program pelatihan mengajar, di mana mereka diberi kesempatan untuk mengajar langsung siswa sekolah dasar selama satu jam setiap harinya.
“Alhamdulillah siswa dan guru sangat antusias dalam program KKN kami, terlihat dari fasilitas dan kebebasan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan seluruh program kerja kami. Pihak sekolah juga sangat suportif dengan program yang kami laksanakan, seluruh guru dan pengurus sekolah sangat ramah dan selalu memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Flora, Senin (26/1).
Sementara itu, Nabila Dzaki Nafisah Dukungan mengungkapkan adanya dukungan penuh yang juga terlihat dari sikap guru dan pengurus sekolah yang ramah dan kooperatif. “Meskipun terdapat perbedaan bahasa, pihak sekolah tetap berupaya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelaksanaan program KKN,” tuturnya.
Melalui kegiatan KKN ini, lanjutnya, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman berharga, terutama dalam hal mengajar dan berinteraksi dengan siswa internasional.
Pengajaran olahraga di Santi Witya Serong School
zoom-in-whitePerbesar
Pengajaran olahraga di Santi Witya Serong School
Di Yanyawit School, program yang telah terlaksana meliputi senam mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di lapangan sekolah serta pelatihan mengajar untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar. Sementara itu, di Santi Witya Serong School, program yang telah berjalan adalah pelatihan mengajar di tingkat sekolah dasar. Adapun kegiatan outbound direncanakan akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Februari 2026.
Miftakhul Huda selaku DPL menyampaikan, KN ini memberikan perspektif baru dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap sistem dan praktik pendidikan di tingkat global.
“Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan serta berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan internasional,” kata dia. (Maysali/Humas)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.