Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Aceh Tenggara, Yusrizal ST MT, mengumpulkan sebanyak 34 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Tenggara serta satu orang Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: 29 Dapur MBG di Aceh Tenggara, 10 Sudah Bersertifikat SLHS
Pertemuan tersebut berlangsung di Opproom Setdakab Aceh Tenggara, Rabu (28/1/2026).
Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Aceh Tenggara, Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) Aceh Tenggara, Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Serta para camat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara.
Ketua Satgas MBG Aceh Tenggara yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara, Yusrizal, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk melihat progres dan perkembangan pemenuhan kebutuhan Program MBG di Aceh Tenggara.
Baca juga: 19 Dapur MBG di Aceh Tenggara Sudah Miliki SLHS, Pengamat: Harus Tetap Dipantau
Selain itu, pihaknya juga melakukan sinkronisasi data riil penerima manfaat MBG, mulai dari siswa dan siswi, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga masyarakat lanjut usia (lansia) di Aceh Tenggara.
"Pemberian MBG, kita juga akan mengawasi menu-menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat apakah sudah sesuai dengan standar dan apakah sudah mengikuti yang disarankan oleh ahli gizi MBG," ujar Yusrizal.
Ia menambahkan, Satgas MBG Aceh Tenggara juga membentuk grup koordinasi Satgas Kabupaten dan Sekretariat MBG hingga tingkat kecamatan.
Hal ini bertujuan untuk memantau penyaluran dan menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat.
Selain itu, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan dapur MBG SPPG di 16 kecamatan se Aceh Tenggara, sehingga berbagai kebutuhan produk lokal dapat disiapkan langsung oleh masyarakat di pedesaan.
"Dengan keberadaan program MBG pak Presiden Prabowo Subianto ini, kita berharap dapat berkaloborasi dengan Koperasi Merah Putih. Misalnya, tanaman apa saja dibutuhkan, masyarakat dapat menyiapkan atau menanam untuk memenuhi kebutuhan di dapur MBG.
Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh Tenggara. Dan, juga dalam waktu dekat ini kita akan mengumpulkan para ahli gizi, akuntan SPPG di Aceh Tenggara dan Yayasan MBG," jelas Yusrizal. (*)
Baca juga: Temuan Cacing di MBG SMAN 6 Medan Viral, BGN Pastikan Bukan dari Proses Pengolahan