TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari menargetkan dua juta pohon hidup hingga tahun 2029 sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.
Target tersebut ditegaskan dalam kegiatan gerakan penanaman pohon serentak se-Provinsi Jambi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, Rabu (28/1/2026).
Target tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief, saat mengikuti kegiatan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dan juga melalui sambungan virtual yang terhubung dengan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Pantauan Tribunjambi.com, kegiatan penanaman di Batang Hari dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari, Direktur PT Tirta, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala desa, aparat keamanan, serta unsur masyarakat lainnya.
Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief, menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon merupakan aksi nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pohon sebagai bagian dari ekosistem kehidupan.
“Jika seluruh masyarakat Batang Hari menanam 10 pohon saja, maka akan ada sekitar tiga juta pohon. Target kita pada 2029 nanti sekitar dua juta pohon benar-benar berdiri dan hidup,” ujar Fadhil Arief.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus berjalan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif maupun bencana ekologis di masa depan.
“Setiap pembangunan, eksplorasi, dan eksploitasi sumber daya alam harus diselingi dengan penanaman pohon. Kita boleh memanfaatkan alam, tetapi tetap wajib menjaga keberlanjutannya,” tegasnya.
Menurut Fadhil Arief, pemilihan lokasi penanaman yang berada di kawasan perusahaan pengelola sumber daya alam juga menjadi contoh konkret keterlibatan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Perusahaan yang mengambil manfaat dari alam harus ikut bertanggung jawab meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan penanaman pohon dengan pengawasan ketat terhadap perawatan dan keberlangsungan hidup tanaman tersebut.
Ke depan, program penanaman pohon ini akan diperluas hingga melibatkan kepala desa, perangkat desa, pegawai syara, serta masyarakat umum, dengan sasaran penanaman di berbagai fasilitas publik.
“Kita akan galakkan penanaman di pinggir jalan desa, jalan kabupaten, jalan nasional, serta di halaman rumah masyarakat. Bibitnya akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batang Hari,” ujarnya.
Dalam kegiatan penanaman serentak kali ini, sebanyak 400 bibit pohon ditanam secara simbolis. Sebelumnya, telah dilakukan penanaman sekitar 6.000 bibit pohon, dan pada tahap berikutnya kegiatan ini akan berlanjut hingga total sekitar 3.500 bibit tambahan.
Adapun jenis bibit yang ditanam meliputi pohon mahoni, petai, durian, serta berbagai jenis tanaman buah lainnya yang diharapkan tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Daftar 190 PPPK Paruh Waktu Dilantik Bupati Batang Hari serta Jabatannya