BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tampak lebih semarak dari biasanya, Rabu (28/1/2026).
Di bawah terik sinar matahari dentuman drum dan tiupan terompet terdengar bergema di sepanjang jalan protokol.
Hal ini seiring digelarnya Street Parade Drumband Tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Para peserta parade mulai memadati titik kumpul sejak pagi hari.
Start parade secara resmi dimulai pukul 09.30 WIB yang ditandai dengan pengibaran bendera di depan SMA YPK Toboali.
Mereka tampil mengenakan kostum beragam warna dan formasi drumband yang rapi. Dengan iringan musik, para peserta berjalan menyusuri rute parade menuju titik akhir di kawasan Himpang Lima Toboali.
Sepanjang rute parade, masyarakat terlihat memadati sisi jalan dan trotoar untuk menyaksikan penampilan para peserta.
Sejumlah orangtua tampak mendampingi anak-anak mereka, sementara pengguna jalan lainnya memilih berhenti sejenak untuk menyaksikan jalannya parade. Selain memainkan alat musik, setiap grup drumband menampilkan variasi gerakan baris-berbaris.
Perhatian penonton juga tertuju pada aksi para mayoret cilik yang berada di barisan depan. Dengan gerakan tangan dan permainan tongkat, mereka memimpin irama drumband hingga mencapai garis akhir.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra bilang kegiatan Street Parade Drum Band menjadi bagian dari upaya pembinaan minat dan bakat seni sejak usia dini.
Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pengembangan karakter. Kegiatan ini bukan hanya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Bangka Selatan dan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026.
“Tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk menampilkan kemampuan, melatih disiplin, serta menumbuhkan rasa percaya diri,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Menurutnya, pelaksanaan parade di ruang terbuka juga bertujuan memperkenalkan seni drumband kepada masyarakat luas. Sekaligus memberikan pengalaman tampil bagi peserta.
Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Bangka Belitung. Kondisi ini menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap kegiatan drumband di tingkat pendidikan usia dini.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendukung penuh kegiatan serupa. Karena berdampak positif bagi perkembangan anak-anak. Ke depan, pihaknya berharap pembinaan drumband di sekolah-sekolah. Khususnya TK dan PAUD, dapat terus ditingkatkan dengan dukungan berbagai pihak.
“Kami mendukung kegiatan seni dan olahraga yang melibatkan pelajar, termasuk tingkat TK, sebagai bagian dari pembinaan generasi muda,” jelas Evi Sastra.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Irawan menyebut kegiatan Street Parade Drumband menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung dan menghadirkan suasana perayaan yang bersifat inklusif.
Terdapat delapan grup drumband yang unjuk gigi dalam parade kali ini. Yakni Drumband Gita Shania Toboali, Drum band Citra Dharma Wanita dan Drum band Gita Mawaddah. Lalu, Drumband Bahana Citra Amanah, Drumband Gema Nada Aisyiah, Drumband Mutiara Pembina Drumband TPA/PAUD Ceria dan Drumband Voice Band B3.
“Melalui parade drumband ini, kami ingin menghadirkan perayaan HPN yang meriah, edukatif, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan,” seburnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara PWI Bangka Selatan, PDBI, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Dedy juga menyampaikan bahwa momentum HPN yang bertepatan dengan HUT Bangka Selatan dimanfaatkan sebagai ajang sinergi antar-lembaga. Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam menghadirkan kegiatan positif.
“Selain memeriahkan hari jadi daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi daerah dan penguatan kebersamaan masyarakat,” ucap Dedy Irawan. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)