Kekhawatiran Anak Penjual Es Kue di Bogor yang Difitnah TNI dan Polisi, Sempat Cari Ayah ke Stasiun
January 28, 2026 08:04 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Kisah pilu dialami penjual es kue yang tinggal di wilayah Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Penjual es kue keliling tersebut difitnah oleh oknum anggota berpakaian polisi dan berseragam TNI bahwa barang jualannya mengandung spons.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dan pria yang diketahui bernama Suderajat itupun sempat diamankan ke Polsek Kemayoran.

Bahkan, Suderajat mengaku sempat dianiaya oleh oknum aparat hingga mengalami luka pada sejumlah bagian tubuhnya.

Hal itupun membuat pihak keluarga khawatir karena pria berusia 49 tahun itu tak kunjung pulang hingga larut malam.

Menurut anak ketiga Suderajat, Zaitun, sang ayah biasanya berangkat saat waktu subuh dan pulang pada sore hari.

Namun saat itu sang ayah belum juga pulang tanpa kabar sehingga ia pun berinisiatif mencari sang ayah ke sana ke mari.

"Khawatir, takut kenapa-napa. Kan biasanya pulang jam 4 sore, khawatir nyariin ke stasiun, dia gak bawa Hp gak ada Hp, nyari ke stasiun sama mama," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Awalnya Babinsa Garang Paksa Makan Es Kue Agar Tewas, Terbukti Fitnah, Jajat Cuek Tangan Dicium TNI

Akan tetapi, upaya pencariannya tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ayah dari lima orang anak itu pulang dengan sendirinya.

Zaitun mengungkapkan, ayahnya baru tiba di rumah sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi lemas dan langsung tertidur.

Sebelum sang ayah tidur, kata dia, sempat mengatakan bahwa Suderajat dianiaya oleh oknum aparat.

Zaitun mengaku awalnya tak percaya, terlebih luka bekas penganiayaan pada saat itu belum terlihat karna kondisinya gelap.

"Eh tiba-tiba ada viral. Syok sih kaya kesel banget bisa digituin," katanya.

Walaupun merasa sakit hati karena sang ayah diperlakukan bak penjahat, Zaitun mengaku ikhlas.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada tuhan yang masa kuasa dan mengambil hikmah di balik kejadian ini.

Terlebih, tuduhan yang dilayangkan tak sesuai kenyataan bahwa setelah dilakukan pengujian es kue dagangannya layak untuk konsumsi.

"Ya dimaafkan aja menurut aku, gak gimana mana nanti diganti lebih baik lagi," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.