Apa Itu MSCI yang Bikin IHSG Rontok Hampir 8 Persen?
kumparanBISNIS January 28, 2026 09:19 PM
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hampir 8 persen pada perdagangan saham Rabu (28/1). Hal ini seiring respons negatif pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perubahan metodologi penilaian free float saham di Indonesia.
Berdasarkan pantauan RTI Business, hingga pukul 11.14 WIB IHSG tercatat ambles 7,66 persen atau turun 687 poin ke posisi 8.292,73. Sepanjang perdagangan, tekanan jual terjadi secara merata dengan 765 saham melemah, hanya 26 saham menguat, dan 13 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 26,87 triliun dengan volume perdagangan 38,94 miliar saham.
Apa Itu MSCI?
Berdasarkan laman msci.com, Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia, termasuk dana kelolaan raksasa seperti reksa dana global, dana pensiun, dan exchange traded fund (ETF).
Indeks MSCI digunakan untuk menentukan alokasi investasi lintas negara, termasuk klasifikasi suatu negara sebagai Developed Market, Emerging Market, atau Frontier Market.
Tekanan IHSG akibat Kebijakan MSCI
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) perdagangan hari ini, Rabu (28/1).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat tertekan hingga 7 persen pada awal perdagangan, dan pada pukul 09.57 WIB terkoreksi 5,28 persen pada posisi 8.506,45.
Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air.
Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.
Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10 persen.
Saham milik Keluarga Bakrie misalnya, yang kompak tertekan seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 14,53 persen hingga pukul 10.10 WIB, dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 13,43 persen.
Sementara itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, turun 14,89 persen.
Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,81 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 10,96 persen, PT Petrosea Tbk. (PTRO) merosot 14,87 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 11,84 persen. Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga mulai menguat setelah sebelumnya turun ke Rp 6.600.
Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60 persen, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang masing-masing terkoreksi 2,62 persen dan 2,52 persen.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.