Tanya Ustaz: Bagaimana jika Seseorang Belum Mengganti Utang Puasa hingga Tiba Ramadhan Berikutnya?
January 28, 2026 10:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Simak penjelasan Ustaz Sidik selaku Dosen IAIN Surakarta, mengenai hukum utang puasa yang belum dibayarkan hingga datang Ramadhan selanjutnya, yang diulas dalam kanal YouTube Tribunnews.

Pertanyaan:

"Bagaimana jika seseorang beelum mengganti utang puasa hingga tiba Ramadhan berikutnya?"

Jawaban:

Membayar utang puasa dalam hukum Islam dikenal sebagai qadha. 

Qadha ini wajib bagi orang yang sebenarnya mampu berpuasa tetapi mempunyai halangan syar'i tertentu seperti sedang bermusafir, dalam keadaan sakit, atau wanita yang sedang dalam keadaan haid dan nifas. 

Baca juga: Tanya Ustaz: Bagaimana Hukum Menggunakan Pelembab Bibir saat Puasa? Ini Kata Pendakwah Buya Yahya

Di dalam Al-Quran, mereka diberikan keringanan untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, namun dituntut untuk menggantinya pada hari-hari yang lain.

Mengenai tatacara pelaksanaannya, jumlah hari yang perlu di-qadha adalah sebanyak hari yang ditinggalkan. 

Umat ​​Islam sangat dianjurkan untuk menyegerakan pembayaran utang puasa ini dan sebaik-baiknya dilakukan secara berurutan. 

Hal ini karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan tiba, sedangkan membayar hutang puasa adalah suatu kewajipan. 

Baca juga: Tanya Ustaz: Bagaimana Kriteria Seseorang Bisa Disebut Musafir dan Boleh Tak Berpuasa saat Ramadhan?

Namun, Islam juga memberikan kelonggaran jika seseorang ingin membayarnya secara mencicil atau tidak berurutan, yang disebabkan oleh kesibukan kerja atau alasan lain.

Namun dengan jaminan utang tersebut diselesaikan sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya. 

Serupa dalam riwayat, Siti Aisyah R.A pernah mengqadha puasanya menjelang bulan Ramadhan, iaitu pada bulan Sya'ban.

Jika seseorang gagal melunaskan hutang puasa sehingga masuk bulan Ramadhan berikutnya, dia harus tetap menunaikan puasa Ramadhan yang sedang berjalan terlebih dahulu, baru kemudian mengqadha utang tahun sebelumnya. 

Baca juga: Tanya Ustaz: Doa Apa yang Bisa Dibaca ketika Hendak Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadhan 2026?

Jika kelewatan membayar itu disebabkan oleh kelalaian atau tanpa alasan syari, maka selain wajib mengqadha, dia juga diwajibkan membayar Fidyah. 

Namun, jika kelewatan itu disebabkan alasan syari seperti sakit yang panjang, maka dia hanya perlu mengqadha saja tanpa perlu membayar fidyah.

Fidyah itu sendiri secara prinsipnya adalah memberi makan kepada fakir miskin mengikut nilai makan dan minum standar harian individu yang berkenaan. 

Baca juga: Tanya Ustaz: Bolehkah Melanjutkan Makan Sahur saat Azan Subuh Berkumandang?

Fidyah ini diperuntukkan bagi mereka yang tidak lagi sanggup berpuasa, seperti warga emas yang sudah uzur atau orang yang menghidap penyakit kronik yang tidak ada harapan untuk sembuh.

Terkait ibu hamil dan menyusui, terdapat perincian khusus mengikut pandangan Imam Syafi'i.

Jika ibu tidak berpuasa karena bimbangkan keadaan dirinya sendiri atau bimbangkan diri dan bayinya sekaligus, maka dia diwajibkan membayar fidyah.

Jika ibu tidak berpuasa semata-mata karena bimbangkan keselamatan bayinya atau janinnya saja, maka ibu tersebut diwajibkan melakukan kedua-duanya, yaitu membayar fidyah dan juga meng-qadha puasa tersebut .

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Amyra Savina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.