TRIBUNJAMBI.COM – Kabar mengejutkan datang dari Marsha Chikita Fawzi atau yang akrab disapa Chiki Fawzi. Ia mengungkapkan dirinya dicoret dari jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026, padahal persiapan sudah dijalaninya cukup lama.
Pengakuan tersebut disampaikan Chiki melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa (28/1/2026). Dalam pernyataannya, ia menyebut keputusan itu diterimanya secara mendadak, hanya sesaat sebelum jadwal keberangkatan, tanpa disertai penjelasan resmi dari pihak penyelenggara.
Chiki, yang memiliki nama lengkap Marsha Chikita Fawzi, diketahui merupakan putri bungsu dari pasangan artis senior Ikang Fawzi dan almarhumah Marissa Haque. Sebelumnya, ia telah dinyatakan lolos seleksi dan resmi ditetapkan sebagai bagian dari PPIH Arab Saudi tahun 2026.
Ia ditempatkan di Media Center Haji (MCH) dan direncanakan menjalankan tugas di Makkah selama operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.
Sebagaimana petugas haji lainnya, Chiki mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 yang digelar dengan sistem semi-militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Pelatihan itu dimulai sejak pertengahan Januari 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 30 Januari 2026.
Selama mengikuti diklat, Chiki menjalani seluruh proses tanpa perlakuan istimewa, meski latar belakangnya dikenal publik. Ia tinggal di asrama bersama peserta lain, satu kamar dihuni enam orang, serta mengikuti jadwal kegiatan yang ketat setiap hari.
Baca juga: Sosok Widiyanti Putri Wardhana, Menpar Dikabarkan Kena Reshuffle Prabowo, Hartanya Fantastis
Baca juga: Ahok Pasang Badan di Sidang Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Tantang Jaksa Periksa Jokowi
Para peserta diwajibkan bangun sejak pukul 04.00 WIB untuk salat Subuh berjemaah. Kegiatan dilanjutkan dengan apel pagi, senam, jalan santai, hingga pembekalan materi teknis pelayanan jemaah yang berlangsung hampir seharian penuh.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mendapat pelatihan fisik seperti baris-berbaris, pembinaan disiplin, serta penguatan mental sebagai bagian dari pembentukan karakter petugas haji.
Namun di tengah proses tersebut, Chiki mengaku menerima kabar yang tak diduganya. Ia menyebut pencopotan dirinya disampaikan pada malam hari, menjelang jadwal keberangkatan.
Informasi itu, kata Chiki, datang secara tiba-tiba melalui arahan atasan, tanpa penjelasan rinci mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Hingga saat ini, tidak ada surat resmi yang dibuka ke publik, klarifikasi tertulis, maupun keterangan langsung dari pihak penyelenggara yang menjelaskan latar belakang pencoretan tersebut.
Mengaku Sedih dan Kecewa
Chiki tak menampik bahwa keputusan mendadak itu membuatnya merasa sedih dan kecewa. Ia mengungkapkan telah mempersiapkan diri cukup lama demi bisa menjadi bagian dari petugas haji.
Meski begitu, ia memilih menerima keadaan tanpa memperpanjang persoalan. Baginya, kesempatan berhaji—baik sebagai jemaah maupun petugas—adalah panggilan dari Tuhan.
Ia meyakini bahwa manusia hanya bisa merencanakan, sementara keputusan akhir tetap berada dalam kehendak Allah.
“Jujur sedih banget karena ini salah satu mimpi terbesar aku. Itu aku pengen banget dari 3 tahun yang lalu. Tapi aku percaya, kalau belum dipanggil sekarang, mungkin Allah punya waktu yang lebih tepat,” ucapnya.
Chiki menuturkan, keinginannya menjadi petugas haji bukan semata perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga bentuk pengabdian untuk melayani para tamu Allah.
Menurutnya, proses yang telah dijalani selama pelatihan memberikan pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa dipertemukan dengan banyak orang tulus yang sama-sama menyiapkan diri untuk melayani jemaah.
“Pengalaman itu luar biasa banget menurut aku. Aku banyak ketemu teman-teman baik, tulus-tulus, dan memang mempersiapkan diri mereka tuh jadi pelayan tamu Allah,” tuturnya.
Walau harus menerima kenyataan pahit, Chiki berusaha tetap berpikir positif. Ia percaya selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi.
Ia pun memilih menjaga niat baiknya, dengan harapan suatu hari nanti kembali mendapat kesempatan mewujudkan impiannya melayani jemaah haji.
“One of my dream berhaji sambil melayani, biar pahalanya dobel,” katanya.
Tetap Kirim Doa
Meski batal berangkat sebagai petugas haji tahun ini, Chiki tetap menyampaikan doa bagi seluruh jemaah dan petugas haji 2026 agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
Ia juga berharap amanah besar dalam penyelenggaraan haji dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Selain itu, Chiki meminta doa agar di masa mendatang ia kembali diberi kesempatan memenuhi panggilan ke Tanah Suci, bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk melayani.
Keputusan mendadak yang dialaminya pun memantik perhatian publik. Pasalnya, Chiki telah dinyatakan lolos seleksi, mengikuti pelatihan intensif, dan tinggal selangkah lagi menjalankan tugas resmi sebagai bagian dari PPIH Arab Saudi 2026.