Potensi Tempe sebagai Sumber Protein Anti-Stunting: Solusi Nutrisi Lokal
Info Gizi January 28, 2026 07:00 PM

Pendahuluan

Stunting terjadi ketika anak kekurangan asupan gizi selama masa tumbuh kembang. Salah satu faktor utama pencegahannya adalah protein, yang memegang peranan penting untuk pertumbuhan anak. Tempe muncul sebagai solusi lokal yang terjangkau sekaligus kaya nutrisi, sehingga berpotensi besar dalam program anti-stunting. Menurut Analekta Tiara Perdana dalam Edukasi Tempe Sebagai Sumber Protein Pencegah Stunting, tempe layak diposisikan sebagai strategi pencegahan stunting yang efektif di Indonesia.

Tempe sebagai Sumber Protein Berkualitas

Tempe punya kandungan nutrisi yang dapat menunjang tumbuh kembang anak. Sebagai makanan hasil fermentasi kacang kedelai, tempe menyediakan protein, vitamin B, zinc, dan mineral lain dengan jumlah yang memadai.

Kandungan Nutrisi Tempe

Protein nabati pada tempe mudah dicerna tubuh anak sehingga bisa digunakan secara optimal untuk pertumbuhan. Selain protein, ada juga serat pangan, kalsium, fosfor, dan berbagai vitamin yang mendukung fungsi tubuh.

Keunggulan Tempe Dibandingkan Protein Lain

Keunggulan tempe terletak pada ketersediaannya di pasar, harga ekonomis, dan pembuatan yang sederhana. Berbeda dengan sumber protein hewani, tempe tidak mengandung kolesterol serta cocok untuk dikreasikan dalam berbagai olahan makanan.

Tempe dan Pencegahan Stunting

Tempe memegang peran penting sebagai sumber protein anti-stunting, apalagi di tengah tantangan akses protein hewani.

Peran Protein dalam Pertumbuhan Anak

Protein memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh sehingga sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Asupan protein yang tercukupi membantu menjaga berat badan dan tinggi badan pada kisaran normal anak seusianya.
Riset Analekta Tiara Perdana menunjukkan konsumsi tempe secara rutin berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan protein harian anak. Temuan ini menguatkan posisi tempe dalam strategi pencegahan stunting di tingkat keluarga.

Edukasi dan Pemanfaatan Tempe untuk Pencegahan Stunting

Menanamkan kebiasaan makan tempe membutuhkan dukungan edukasi menyeluruh ke seluruh anggota keluarga.

Strategi Edukasi Masyarakat

Edukasi seputar manfaat tempe dapat dilakukan melalui posyandu, sekolah, dan kampanye di media sosial. Keterlibatan keluarga membiasakan konsumsi tempe sehari-hari akan membawa perubahan besar.

Rekomendasi Konsumsi Tempe untuk Anak

Tempe bisa diolah menjadi berbagai menu harian, misal:
  • Sarapan: tempe goreng atau bacem
  • Makan siang: tumis tempe dan sayuran
  • Makan malam: sup tempe
Potongan tempe ukuran satu jari tangan anak, dikonsumsi dua kali sehari, cukup aman untuk menunjang nutrisi harian mereka.

Kesimpulan

Potensi tempe sebagai sumber protein anti-stunting menjadikannya solusi nyata di Indonesia. Melalui edukasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan tempe di menu harian, keluarga bisa turut aktif mencegah stunting pada anak. Selangkah demi selangkah, aksi sederhana ini bisa memberi dampak besar bagi generasi masa depan.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.