Teknologi Truk Listrik Diuji untuk Efisiensi dan Keberlanjutan Tambang
January 28, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, memperkuat implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional tambangnya.

Komitmen ini telah dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual.

Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan, ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi.

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan, uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.  

“Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya dikutip Rabu (28/1/2026).

Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.

“Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi," paparnya.

Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8x4 serta sistem baterai charging dan swapping.

Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.

Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam.

Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40 persen dibandingkan unit berbasis diesel.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.

Baca juga: Green Logistics, JBL Belanja 500 Unit Truk Listrik untuk Perkuat Rantai Pasok FMCG

“Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.