Dewangga Sebut Liga Indonesia Sulit Ditebak, Ingatkan Persib Soal Bahaya Kejutan di Solo
January 28, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Bek Persib Bandung, Alfeandra Dewangga, memilih bersikap realistis jelang laga kontra Persis Solo pada Super League Indonesia 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (31/1/2025).

Ia menilai perbedaan posisi di papan klasemen tidak bisa dijadikan patokan mutlak dalam menilai kekuatan lawan. Saat ini Persib memang bercokol di posisi teratas dengan raihan 41 poin, sementara Persis Solo masih tertahan di dasar klasemen dengan koleksi 10 poin.

Meski jarak poin terlihat mencolok, Dewangga menegaskan kompetisi domestik kerap menghadirkan kejutan yang sulit ditebak. Menurutnya, hasil pertandingan di Super League Indonesia sering kali tidak sejalan dengan perhitungan di atas kertas.

"Sebenernya kita enggak boleh meremehkan lawan, ya, apalagi kemarin kan kita juga kesusahan, kita lihat ranking dengan Biak kan juga jauh," ujar Dewangga, setelah berlatih di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (28/1/2026).

Pemain anyar PERSIB, Layvin Kurzawa sudah berlatih bersama pada sesi latihan pagi di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api, Rabu, 28 Januari 2026. Kurzawa diumumkan sebagai pemain PERSIB usai pertandingan melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 25 Januari 2026.
Pemain anyar PERSIB, Layvin Kurzawa sudah berlatih bersama pada sesi latihan pagi di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api, Rabu, 28 Januari 2026. Kurzawa diumumkan sebagai pemain PERSIB usai pertandingan melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 25 Januari 2026. (Persib.co.id)

Pengalaman Persib saat menghadapi PSBS Biak menjadi contoh nyata yang ia jadikan pelajaran. Kala itu, Maung Bandung harus bekerja ekstra keras meski lawan berada di posisi ke-15 klasemen Super League Indonesia.

Situasi semakin menarik karena PSBS Biak harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua akibat kartu merah. Namun, kondisi tersebut tetap tidak membuat Persib leluasa menambah gol.

Gol kemenangan baru tercipta pada menit ke-87 melalui sepakan Berguinho. Skor tipis 1-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

"Di sepak bola Indonesia tidak ada yang bisa diprediksi, siapa yang bisa menang, siapa yang bisa kalah. Ya, ini Liga Indonesia," ujar Dewangga.

Ketika ditanya mengenai posisi Persib yang kembali berada di puncak klasemen dengan persaingan yang semakin rapat, Dewangga memilih tidak berkomentar panjang. Ia menegaskan fokus utama tim adalah menjaga konsistensi di setiap pertandingan.

"Yang penting kami setiap pertandingan selalu melihat kemenangan, dan bisa mempertahankan mendapat 3 poin (di setiap pertandingan) sampai akhir musim," ucapnya.

Secara hitung-hitungan, kemenangan di seluruh sisa laga akan membuka jalan bagi Persib untuk kembali mengangkat trofi juara. Namun, target tersebut diakui tidak mudah diwujudkan.

Pasalnya, setiap tim yang dihadapi memiliki motivasi besar untuk menaklukkan Persib. Ambisi itu juga berkaitan dengan upaya tim-tim pesaing menggagalkan Persib mencatatkan rekor hattrick juara Liga Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.